
Pantau - Gelombang demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup, ekspansi militer, dan peningkatan anggaran persenjataan melanda sejumlah kota di Italia pada Sabtu (24/10/2026), dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi terjadi di Roma, Bologna, serta Turin.
Aksi protes tersebut diwarnai kericuhan yang menyebabkan sejumlah orang membutuhkan pertolongan medis, sementara aparat keamanan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa di beberapa lokasi.
Di Bologna, layanan medis darurat menerima 17 panggilan permintaan bantuan dan membawa enam orang ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Pemerintah Italia juga memperkuat pengamanan dengan mengerahkan tambahan personel polisi ke sejumlah wilayah, terutama kota-kota besar yang diperkirakan menjadi pusat demonstrasi.
Bentrokan di Bologna, Enam Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian terjadi di Bologna pada Sabtu malam waktu setempat.
Menurut laporan harian Italia Corriere della Sera, kericuhan berlangsung ketika aksi demonstrasi di kota tersebut berujung pada konfrontasi dengan polisi.
Layanan medis darurat menerima sebanyak 17 panggilan permintaan bantuan selama berlangsungnya insiden tersebut.
Dari jumlah itu, enam orang dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi keenam orang tersebut maupun tingkat cedera yang mereka alami.
Laporan tersebut juga belum merinci jumlah demonstran yang terlibat dalam bentrokan di Bologna.
Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Meriam Air di Roma
Kericuhan juga terjadi di ibu kota Italia, Roma, setelah demonstran menggelar aksi unjuk rasa antiperang.
Menurut kantor berita ANSA, para pengunjuk rasa memulai demonstrasi dari kawasan Piazza della Repubblica pada Sabtu sore.
Aksi tersebut kemudian diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi di pusat kota pada malam harinya.
Aparat keamanan menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa yang terlibat kericuhan.
Demonstrasi di Roma merupakan bagian dari rangkaian protes yang berlangsung di berbagai wilayah Italia.
Para peserta aksi menyuarakan penolakan terhadap ekspansi militer dan peningkatan belanja persenjataan di tengah persoalan biaya hidup masyarakat.
Belum disebutkan jumlah korban maupun orang yang diamankan dalam bentrokan di Roma.
Demonstran di Turin Lempar Botol dan Kembang Api ke Polisi
Situasi serupa berlangsung di Turin ketika demonstrasi pada Sabtu malam berubah menjadi bentrokan dengan aparat kepolisian.
Aksi tersebut terutama dipicu penolakan terhadap kenaikan belanja militer dan harga bahan bakar.
Sejumlah demonstran dilaporkan melemparkan botol serta kembang api ke arah petugas keamanan.
Polisi kemudian merespons tindakan tersebut dengan menembakkan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
Bentrokan di Turin menambah daftar insiden kekerasan yang terjadi selama rangkaian demonstrasi di Italia.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi terperinci mengenai jumlah korban atau penangkapan dalam kericuhan di Turin.
Menteri Dalam Negeri Italia Tambah Personel Polisi
Pemerintah Italia meningkatkan langkah pengamanan menyusul rangkaian demonstrasi yang berujung pada kerusuhan.
Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi memerintahkan pengerahan tambahan personel polisi ke berbagai wilayah negara tersebut.
Keputusan itu juga berkaitan dengan demonstrasi pada akhir pekan sebelumnya yang dilaporkan diwarnai kerusuhan dan penjarahan, khususnya di Milan.
Penambahan personel keamanan terutama difokuskan pada kota-kota besar yang diperkirakan menjadi lokasi demonstrasi dengan jumlah peserta terbanyak.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengamanan selama berlangsungnya aksi protes di berbagai wilayah Italia.
Pemerintah juga berupaya mencegah bentrokan lebih lanjut antara demonstran dan aparat keamanan.
PM Giorgia Meloni Kecam Kekerasan dalam Demonstrasi
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan yang terjadi selama demonstrasi di sejumlah kota.
Melalui unggahan di media sosial pada Sabtu malam, Meloni menegaskan bahwa keselamatan seluruh masyarakat harus menjadi prioritas.
Ia menyatakan perlindungan perlu diberikan kepada warga yang menyampaikan aspirasi secara damai maupun masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Keselamatan semua orang harus dijamin, mereka yang ingin berunjuk rasa secara damai, mereka yang bekerja, dan mereka yang ingin menjalani kehidupan di kota mereka tanpa rasa takut," katanya.
Meloni juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak boleh mendapatkan ruang dalam penyampaian aspirasi masyarakat.
"Kita tidak boleh memberi ruang bagi mereka yang hanya menginginkan konfrontasi dan kekerasan."
Pernyataan tersebut disampaikan setelah bentrokan dilaporkan terjadi di Bologna, Roma, dan Turin dalam rangkaian demonstrasi pada Sabtu.
Dengan tambahan personel polisi yang telah diperintahkan Menteri Dalam Negeri, pemerintah Italia berupaya menjaga keamanan di tengah berlanjutnya aksi protes terkait biaya hidup dan kebijakan belanja militer.
- Penulis :
- Gerry Eka




