
Pantau - Belakangan ini ramai diperbincangkan di facebook soal narasi mengenai fenomena astronomi Aphelion. Hal ini karena pada pertengahan bulan Juli 2024, cuaca tidak secerah biasanya walaupun saat ini sedang musim kemarau. Wilayah Indonesia merasakan suhu dingin, salah satunya adalah Jakarta yang dikenal panas. Selain itu, Bandung dan Surabaya juga merasakan suhu dingin walaupun tidak hujan.
Nyatanya, fenomena Aphelion bukanlah penyebab Indonesia mengalami suhu dingin. Perlu diingat bahwa penomena Aphelion tak terjadi disepanjang bulan Juli, melainkan hanya terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Pada tahun 2024, Aphelion sudah terjadi di tanggal 5 Juli 2024 pada pukul 12.06 WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Aphelion merupakan kondisi dimana Bumi Berada dititik jarak terjauh dari Matahari. Saat terjadinya Aphelion, jarak dari pusat Bumi ke pusat Matahari sekitar 152.099.969 km.
Lantas apa yang menyebabkan udara di Indonesia begitu dingin pada bulan Juli 2024?
Faktanya, penyebab Indonesia mengalami cuaca dingin disebabkan oleh angin monsoon Australia yang mengantarkan dingin dari Benua Australia.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dinginnya udara sepanjang bulan Juli adalah hal lumrah yang terjadi pada puncak musim kemarau, yaitu dari bulan Juli Hingga September.
Dilansir dari Liputan6.com, tertiupnya angin monsoon Australia ke wilayah Indonesia melewati perairan dengan suhu permukaan lebih rendah, yaitu perairan Samudera India. Fenomena ini diduga akan berlangsung hingga akhir musim kemarau.
BMKG juga menyebutkan terjadinya suhu minimum dibeberapa wilayah, salah satunya Bandung yang mencapai 16,6°C pada pekan kedua Juli 2024.
Laporan: Keyzia Ilunia Anatatya
- Penulis :
- Latisha Asharani





