
Pantau- Denim merupakan jenis kain katun yang dikenal memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap cuaca dan saat ini telah menjadi bagian penting dari budaya dan mode dunia. Baik itu digunakan sebagai celana, jaket, hingga baju denim sekalipun.
Semenjak kemunculannya sekitar era tahun 1800an denim menjadi wujud inovasi yang mendukung mobilisasi banyak manusia dan akhirnya menjadi bagian dari keseharian setiap individu di berbagai kalangan saat itu. Salah satunya digandrungi oleh para pekerja tambang di Amerika Serikat.
Baca Juga: 15 Pilihan Warna Baju yang Cocok dengan Celana Warna Beige
Dibalik kepopuleran celana ini, ada figur bernama Levi Strauss. Bersama dengan rekannya Jacob W Davis, keduanya berhasil membuat celana yang digemari banyak orang hingga kini.
Sejarah Denim
Sebelum bicara soal sejarah denim, ketahui dulu asal dari kain ini. Kain denim berasal dari kota Nimes di Perancis. Bahan ini mulanya dinamakan Serge de Nimes, lalu disingkat menjadi de Nims, kemudian menjadi denim. Kain ini menyerupai tekstur seperti karpet, namun lebih tipis dan halus.
Awalnya, kain ini hanya memiliki satu pilihan warna, yakni indigo. Namun, seiring proses produksi berjalan, warna-warna yang diproduksi denim semaki beragam, seperti hitam, putih, coklat, hijau, abu-abu, dan banyak lagi.
Pada tahun 1800an para penjahit di kota tersebut mempelajari cara menenun benang katun secara unik, yakni menenun dengan dua benang atau lebih sehingga menciptakan bahan yang kuat.
Lalu, benang tersebut diwarnai warna biru di bagian luar atau indigo dengan bagian dalam yang berwarna putih sehingga menciptakan bahan denim berwarna biru di bagian eksterior dan putih di dalam.
Pada awalnya warna kain denim hanya memiliki satu warna saja yaitu warna Indigo atau biru. Namun, seiring berjalannya waktu dan permintaan konsumen yang begitu besar membuat banyak pabrikan denim mengeluarkan kain denim dengan berbagai warna.
Denim untuk Pekerja Lapangan
Pada abad ke-19 sekitar tahun 1848 sedang terjadi demam emas di California, Amerika Serikat. Dengan banyaknya antusias masyarakat melakukan penambangan, maka dibuatlah celana denim untuk mereka para pekerja lapangan.
Denim sendiri dibuat khusus karena kemampuan bahannya yang kuat. Karena terbuat dari katun, denim juga memiliki sirukasi udara yang baik sehingga tidak gerah untuk digunakan para pekerja.
Sebelum membuat celana dengan bahan denim, awalnya Levi Strauss hanya memproduksi kain kanvas untuk tenda dan penutup kereta. Begitu menyadari kebutuhan akan pakaian yang tahan lama untuk para pekerja tambang emas, dia pun memutuskan untuk memproduksi celana dengan bahan denim yang terbukti tahan lama.
Namun, untuk memperkuat celana jeans agar lebih tahan lama dan tahan terhadap kerusakan, Jacob Davis mengembangkan ide untuk menambahkan penjepit logam pada area pinggang dan kantong celana.
Baca Juga: Baju Ungu Cocok dengan Celana Warna Apa? Panduan Gaya untuk Penampilan Stylish
- Penulis :
- Ayuningtyas




