
Pantau - Setelah tiga minggu lumpur setinggi satu meter merendam usahanya, Ibu Arnis, pemilik rumah makan Salero Awak di Aceh Tamiang, kembali membuka usahanya dan mencatatkan omzet yang mulai membaik.
Tiga Minggu Bersihkan Lumpur, Enam Hari Kembali Berjualan
Rumah makan milik Ibu Arnis baru kembali beroperasi sekitar enam hari terakhir setelah menjalani proses pembersihan yang memakan waktu hingga tiga minggu.
"Seminggu kita dengan nyorong lumpurnya saja. Lumpurnya sedalam satu meter. Posisi alat-alat berserakan. Meja di atas meja, lemari di atas meja," ungkapnya.
Dengan keterbatasan fasilitas dan kerusakan akibat banjir, ia tetap membuka kembali usahanya demi mempertahankan harapan dan kehidupan.
"Alhamdulillah omzetnya bagus. Walaupun dengan keterbatasan. Insya Allah ada kehidupan baru di balik musibah ini. Pasti ada peningkatan ekonomi, terutama Indonesia," ia mengungkapkan.
Bangkit demi Karyawan dan Dukungan Relawan
Ibu Arnis mengatakan motivasi terbesarnya untuk kembali berjualan adalah karena memikirkan kondisi para karyawan yang juga terdampak bencana.
"Dengan nengok pada karyawan saya, rata-rata rumahnya hilang. Habis. Itulah yang membuat ibu bangkit. Rasa kemanusiaan. Kalau gak bangkit kembali, kita mau kasih makan apa. Itulah yang membuat semangat ibu kembali," jelasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan para relawan dan petugas Pekerjaan Umum (PU) yang turut membantu membersihkan dan memulihkan lokasi usahanya.
Meski belum pulih sepenuhnya, roda usaha sudah mulai berjalan dan omzet penjualan perlahan meningkat.
"Kalau nengok apa, sedih ya, tapi itu hanya titipan kan. Kita kembalikan saja ke Yang Kuasa," katanya dengan penuh keteguhan.
- Penulis :
- Gerry Eka







