Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Bangun Jaringan Listrik untuk Pengungsi Banjir Bandang di Beutong Ateuh Banggalang yang Masih Hidup Tanpa Penerang

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Bangun Jaringan Listrik untuk Pengungsi Banjir Bandang di Beutong Ateuh Banggalang yang Masih Hidup Tanpa Penerang
Foto: Pengungsi korban banjir bandang di Desa Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menikmati sajian berbuka puasa tanpa sarana listrik di dalam tenda pengungsian, Jumat 6/3/2026 (sumber: ANTARA/HO-Dok Warga)

Pantau - Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus membangun jaringan listrik bagi masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang hingga kini masih tinggal di lokasi pengungsian.

Upaya tersebut dilakukan untuk menyediakan penerangan listrik bagi para penyintas bencana yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu pembangunan hunian sementara selesai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagan Raya Irfanda Rinaldi meminta masyarakat agar tetap bersabar karena pemerintah sedang membangun jaringan listrik menuju lokasi bencana termasuk ke area hunian sementara.

Ia menyampaikan, "Kami memohon agar masyarakat bersabar, saat ini pemerintah terus berupaya membangun jaringan listrik ke lokasi bencana, termasuk ke lokasi hunian sementara."

Saat ini tercatat sebanyak 379 kepala keluarga di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang masih tinggal di tenda pengungsian.

Para pengungsi tersebut masih menunggu proses pembangunan barak hunian sementara yang sedang dikerjakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui masing-masing vendor.

Sebagian pengungsi hingga kini masih menggunakan penerangan seadanya pada malam hari karena jaringan listrik masih dalam tahap perbaikan dan pembangunan.

Upaya Pemerintah Bangun Listrik dan Hunian Sementara

Pemerintah juga sedang memasok jaringan listrik ke lokasi hunian sementara yang sedang dibangun agar nantinya dapat digunakan oleh para penyintas.

Meskipun masih tinggal di tenda pengungsian, pemerintah pusat melalui BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya tetap menyalurkan kebutuhan dasar kepada para penyintas bencana.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah pusat dan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana berlangsung.

Setelah pembangunan hunian sementara selesai, seluruh masyarakat yang saat ini masih tinggal di tenda pengungsian akan dipindahkan untuk menempati hunian tersebut.

Irfanda kembali mengingatkan masyarakat untuk bersabar karena pemerintah sedang berupaya maksimal menyediakan layanan listrik serta kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menegaskan, "Sekali lagi kami mohon masyarakat agar bersabar, pemerintah terus berupaya menyediakan layanan listrik dan kebutuhan dasar masyarakat secara maksimal."

Warga Jalani Ramadhan Tanpa Listrik

Sebelumnya diketahui bahwa masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang belum menikmati listrik sejak wilayah tersebut dilanda banjir pada akhir November 2025.

Kondisi tanpa listrik ini juga dirasakan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Seorang warga setempat bernama Samsuardi menyampaikan bahwa masyarakat menjalani sahur dan berbuka puasa dalam kondisi gelap.

Ia mengatakan, "Tidak hanya pascabanjir, memasuki hari ke-17 bulan suci Ramadhan, kami bersama masyarakat makan sahur dan berbuka puasa dalam kondisi gelap. Hanya penerangan seadanya yang ada."

Ratusan warga yang masih tinggal di tenda darurat terpaksa menggunakan lilin, lampu tradisional, atau lampu panyet yang menggunakan api sebagai sumber penerangan.

Samsuardi menjelaskan bahwa penerangan sangat penting selama Ramadhan terutama saat sahur dan berbuka puasa.

Ia menilai keberadaan listrik sangat dibutuhkan masyarakat agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

Ia juga mengungkapkan bahwa sudah hampir empat bulan sejak banjir bandang melanda wilayah tersebut, namun banyak warga masih hidup tanpa listrik di tenda pengungsian.

Oleh karena itu masyarakat berharap pemerintah pusat dan daerah segera menyelesaikan persoalan listrik agar para korban bencana tidak terus berada dalam kondisi gelap terutama di bulan Ramadhan.

Penulis :
Arian Mesa