
Pantau - Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat didominasi gempa embusan dan tremor non-harmonik selama periode 1–15 April 2026, dengan kondisi keseluruhan masih relatif stabil tanpa peningkatan signifikan.
Aktivitas Kegempaan Didominasi Embusan
Pelaksana tugas Badan Geologi Lana Saria mengatakan data pemantauan menunjukkan dominasi gempa embusan dan tremor non-harmonik dalam dua pekan terakhir.
"Data kegempaan Gunung Marapi didominasi oleh gempa embusan dan tremor non-harmonik selama periode 1-15 April 2026," ujarnya.
Ia merinci selama periode tersebut tercatat lima kali gempa erupsi, 61 gempa embusan, 103 tremor non-harmonik, delapan gempa low frequency, delapan gempa vulkanik dangkal, 17 gempa vulkanik dalam, serta puluhan gempa tektonik lokal dan jauh.
Secara visual, asap kawah terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 600 meter dari puncak, sementara erupsi dan embusan masih terjadi dengan intensitas relatif stabil.
Tidak Ada Indikasi Peningkatan Aktivitas
Lana menyebut aktivitas kegempaan tidak menunjukkan tanda adanya suplai magma baru dari kedalaman.
"Berdasarkan evaluasi data pemantauan dalam dua minggu terakhir, aktivitas Gunung Marapi secara umum masih menunjukkan pola fluktuatif," kata Lana.
Ia menjelaskan nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) berfluktuasi di sekitar baseline tanpa indikasi akumulasi energi signifikan, sementara variasi kecepatan seismik menunjukkan fluktuasi rendah hingga menengah.
Selain itu, koherensi data seismik berada pada tingkat menengah hingga tinggi yang relatif stabil, sehingga belum mengindikasikan peningkatan aktivitas gunung api ke level lebih tinggi.
Informasi ini menjadi dasar pemantauan lanjutan bagi otoritas dalam mengantisipasi potensi aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
- Penulis :
- Aditya Yohan








