
Pantau - Festival Maolong atau naga berbulu milik kelompok etnis Gelao yang berasal dari Shiqian, Provinsi Guizhou, China, tercatat sebagai warisan budaya takbenda tingkat nasional dan hingga kini masih dilestarikan secara turun-temurun oleh keluarga Dai.
Warisan Budaya Etnis Gelao dari Shiqian
Festival Maolong dikenal luas melalui keberadaan Lampion Maolong yang menjadi artefak utama sekaligus ciri khas aliran lampion naga dari wilayah Shiqian.
Lampion Maolong dibuat dari kerangka bilah bambu yang dibalut helai kertas berwarna-warni dengan teknik potong berpresisi tinggi sehingga menghasilkan tampilan menyerupai bulu naga.
Kerajinan tersebut diwariskan secara tradisional di lingkungan keluarga Dai yang selama enam generasi menjadi salah satu pelestari utama warisan budaya etnis Gelao.
Dai Xin tercatat sebagai pewaris tingkat nasional untuk kerajinan lampion Maolong yang ia peroleh dari keluarganya.
Ayah Dai Xin, Dai Shangfu, dikenal sebagai perajin ternama Maolong sekaligus pelaku seni tari Maolong di wilayah tersebut.
"Kerajinan dan tari Maolong adalah identitas keluarga kami yang harus dijaga," ungkap Dai Xin saat ditemui di kediamannya.
Proses Tradisional dan Latihan Tari Maolong
Proses pembuatan lampion Maolong hingga pelatihan tari naga masih dilakukan secara tradisional di kediaman keluarga Dai di Shiqian.
Selain membuat lampion, Dai Xin juga rutin berlatih tari Maolong sebagai bagian tak terpisahkan dari tradisi festival tersebut.
Rangkaian foto yang dilaporkan memperlihatkan detail proses pembuatan lampion serta latihan tari Maolong yang terus dijaga keasliannya.
.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







