Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Tegaskan Siap Perkuat Kerja Sama dengan Inggris di Tengah Kritik Presiden AS Donald Trump

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Tegaskan Siap Perkuat Kerja Sama dengan Inggris di Tengah Kritik Presiden AS Donald Trump
Foto: (Sumber: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (30/1). (ANTARA/Desca Lidya Natalia))

Pantau - Kementerian Luar Negeri China menegaskan kesiapan bekerja sama dengan pihak mana pun selama bersifat saling menguntungkan sebagai respons atas kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan China dan Inggris.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat, 30 Januari, menanggapi kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke Beijing dan Shanghai.

Respons China atas Kritik Trump

Guo Jiakun menegaskan China siap meningkatkan kerja sama dengan negara lain demi memberikan manfaat bagi rakyat semua negara, termasuk Inggris.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut berbisnis dengan China sebagai hal yang sangat berbahaya bagi Inggris saat menanggapi kunjungan tiga hari Keir Starmer ke China.

Komentar Trump muncul setelah Keir Starmer menyatakan hubungan Inggris dan China berada dalam kondisi baik dan kuat usai bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis, 29 Januari.

Di Washington, Trump kembali menegaskan pandangannya bahwa upaya Inggris menata ulang hubungan ekonomi dengan China sangat berisiko.

Guo Jiakun menjelaskan kunjungan Keir Starmer pada 28 hingga 31 Januari merupakan kunjungan perdana menteri Inggris pertama ke China dalam delapan tahun.

Kunjungan tersebut juga menjadi kunjungan pertama kepala pemerintahan dari negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang diterima China pada 2026.

Kesepakatan Strategis China–Inggris

Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Keir Starmer sepakat mengembangkan kemitraan strategis komprehensif jangka panjang dan mengubah potensi besar kerja sama menjadi kemajuan nyata dalam hubungan bilateral.

Kedua pemimpin juga sepakat membuka prospek baru hubungan China dan Inggris melalui kemitraan iklim dan alam tingkat tinggi.

China dan Inggris akan melanjutkan dialog keamanan tingkat tinggi serta menggelar putaran dialog kelembagaan baru tahun ini, termasuk dialog strategis, dialog ekonomi dan keuangan, serta pertemuan Komisi Ekonomi dan Perdagangan Gabungan.

China berencana memangkas tarif impor wiski Inggris dari 10 persen menjadi 5 persen dan meningkatkan pertukaran antarmasyarakat serta budaya.

Pemerintah China akan memfasilitasi perjalanan lintas batas, menyambut kunjungan anggota parlemen Inggris, serta mempertimbangkan secara positif akses bebas visa bagi wisatawan Inggris.

Guo Jiakun menyatakan waktu penerapan bebas visa akan diumumkan setelah prosedur yang diperlukan diselesaikan oleh otoritas terkait.

Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Selama kunjungan, Perdana Menteri China Li Qiang dan Keir Starmer menyaksikan penandatanganan 12 dokumen kerja sama antarpemerintah di bidang perdagangan, pertanian, pangan, budaya, dan regulasi pasar.

Kedua pemimpin menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Inggris–China serta menyaksikan rencana penyelenggaraan pertemuan pertama kelompok kerja keuangan dan forum asuransi China–Inggris.

Keir Starmer memimpin delegasi sekitar 60 perwakilan utama dari organisasi bisnis dan budaya Inggris dalam kunjungan tersebut.

China dan Inggris juga menyepakati investasi sebesar 10,9 miliar poundsterling oleh AstraZeneca di China untuk pembangunan fasilitas manufaktur.

Kesepakatan lainnya mencakup pengurangan tahapan birokrasi bagi eksportir Inggris serta kolaborasi dalam penanganan tantangan kesehatan seperti resistensi antimikroba.

Guo Jiakun menyebut dunia usaha kedua negara memiliki kepercayaan penuh terhadap masa depan kerja sama bilateral.

China berkomitmen menciptakan lingkungan kondusif bagi perusahaan Inggris dan asing lainnya untuk berinvestasi, serta berharap Inggris menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan China.

Guo Jiakun menambahkan banyak warga Inggris menyampaikan secara daring bahwa China adalah teman dan mitra yang dapat dipercaya.

Terkait agenda lanjutan, Guo Jiakun menyatakan China tidak berkomentar mengenai rencana kunjungan Keir Starmer ke Jepang dan berharap perkembangan hubungan antarnegara dapat menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan