Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PM Greenland Tegaskan Belum Ada Kesepakatan dengan AS, Tanggapi Tekanan dari Donald Trump

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PM Greenland Tegaskan Belum Ada Kesepakatan dengan AS, Tanggapi Tekanan dari Donald Trump
Foto: (Sumber: Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen (kiri, di atas salju) terlihat saat demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang berupaya menguasai Greenland di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonom Denmark, 17 Januari 2026. (Xinhua/Anders Kongshaug).)

Pantau - Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan yang tercapai mengenai Greenland, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana kerja sama di kawasan Arktik.

Dalam wawancara dengan Greenlandic Broadcasting Corporation yang dipublikasikan pada Jumat, 30 Januari 2026, Nielsen menyebut situasi yang menyangkut Greenland masih tergolong menantang dan kompleks.

Pernyataan ini merupakan tanggapan langsung atas unggahan Trump di Truth Social pada pekan sebelumnya, yang menyatakan bahwa pembicaraannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, telah menghasilkan "kerangka untuk kesepakatan masa depan" terkait Greenland dan kawasan Arktik secara lebih luas.

Klarifikasi dan Upaya Diplomatik

Menanggapi klaim tersebut, Nielsen menyatakan bahwa pemerintah Greenland sedang menempuh jalur diplomatik resmi untuk mendapatkan kejelasan.

"Pemerintah sedang mengejar klarifikasi melalui jalur yang tepat," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Trump terus menunjukkan ketertarikan untuk mengambil alih Greenland, sebuah ambisi yang menurut Nielsen perlu disikapi dengan kehati-hatian.

Menghadapi tekanan dari Amerika Serikat, Nielsen menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan dengan mitra tradisional seperti NATO dan Uni Eropa.

"Kami akan melakukannya selangkah demi selangkah untuk memperkuat kerja sama di bidang bisnis, budaya, pendidikan, dan bidang lainnya," ujarnya.

Dukungan dari Eropa dan Status Greenland

Dalam wawancara tersebut, Nielsen juga membahas hasil kunjungan terbarunya ke Jerman dan Prancis, dan menyebut bahwa kedua negara telah menunjukkan dukungan konkret terhadap Greenland dalam berbagai bidang.

Greenland sendiri merupakan pulau terbesar di dunia dan memiliki status sebagai wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark.

Meski memiliki otonomi luas, urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri Greenland masih berada di bawah kendali Kopenhagen.

Sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS pada tahun 2025, Donald Trump berulang kali menyuarakan keinginan untuk "menguasai" Greenland, sebuah gagasan yang telah ditolak secara konsisten oleh pihak Eropa.

Penulis :
Ahmad Yusuf