
Pantau - Pemerintah Venezuela mengecam perintah eksekutif Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang tetap menjalankan perdagangan sah dengan Kuba karena dinilai melanggar hukum internasional.
Kecaman tersebut disampaikan menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menandatangani perintah eksekutif untuk mengenakan tarif tambahan atas impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba.
Penolakan atas Pembatasan Perdagangan
Pemerintah Venezuela menilai kebijakan Amerika Serikat tersebut sebagai pelanggaran prinsip dasar perdagangan global dan kebebasan ekonomi antarnegara berdaulat.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyatakan bahwa pembatasan atau persyaratan dalam pertukaran barang dan jasa melanggar hak negara untuk secara bebas dan berdaulat menentukan mitra dagangnya.
Caracas menegaskan bahwa perdagangan bebas merupakan landasan utama hubungan ekonomi antarnegara merdeka dan tidak boleh tunduk pada paksaan yang menghambat pertukaran barang dan jasa.
Solidaritas untuk Kuba dan Seruan Global
Venezuela menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Kuba dan menilai anggapan bahwa Kuba merupakan ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya juga menyatakan keadaan darurat nasional terkait Kuba dengan alasan dugaan ancaman keamanan dari Havana.
Venezuela memperingatkan kebijakan agresif tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi kemanusiaan dan ancaman serius terhadap eksistensi Kuba sebagai negara berdaulat.
Pernyataan kecaman Venezuela disampaikan dari Kota Meksiko disertai seruan kepada komunitas internasional untuk bertindak bersama menghadapi dampak kebijakan Amerika Serikat tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








