Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ribuan Warga Minneapolis Demo Tolak Pengerahan ICE, Tewasnya Dua Warga Picu Amarah Publik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ribuan Warga Minneapolis Demo Tolak Pengerahan ICE, Tewasnya Dua Warga Picu Amarah Publik
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Minnesota, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Ribuan demonstran memadati pusat Kota Minneapolis, Amerika Serikat, pada Jumat untuk menentang pengerahan ribuan agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) oleh pemerintahan Presiden Donald Trump yang dinilai menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Aksi massa ini dipicu oleh anggapan bahwa pengerahan ICE bukan semata penegakan hukum imigrasi, melainkan bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan intimidasi terhadap warga sipil.

"Tetangga saya diteror. Orang diculik dari rumah, diseret keluar hanya dengan pakaian dalam. Negara polisi ini merasa bisa berbuat sesuka hati, padahal tak seorang pun menginginkan mereka di sini," ungkap salah satu peserta aksi.

Penolakan Meluas, Warga Sebut Aksi ICE sebagai Teror

Para demonstran menilai operasi ICE dilakukan secara sewenang-wenang dan menimbulkan ketakutan luas di komunitas lokal.

"Mereka hanya mencoba menyalahgunakan kekuasaan dan mengintimidasi kami. Ini taktik teror. Bahkan mereka salah tangkap, lalu menurunkan orang enam blok jauhnya. Semata-mata untuk menakut-nakuti komunitas kami," ujar warga lainnya.

Meski pemerintah federal menyatakan operasi tersebut bertujuan menjaga keselamatan publik dan menegakkan hukum imigrasi, kemarahan warga meningkat setelah dua insiden kematian terjadi dalam rangkaian operasi tersebut.

Dua Warga Tewas, Publik Pertanyakan Tindakan Aparat

Dua korban yang menjadi sorotan adalah Renee Good, ibu tiga anak berusia 37 tahun, serta Alex Pretti, seorang perawat ICU.

Good tewas pada 7 Januari di dekat lokasi unjuk rasa, sementara Pretti tewas kurang dari tiga pekan kemudian dalam aksi protes lain.

Pemerintah menyebut kematian Pretti sebagai tindakan pembelaan diri petugas federal terhadap ancaman bersenjata.

Namun, temuan di lapangan memperlihatkan versi berbeda.

Berdasarkan rekaman video, kesaksian warga, serta laporan medis, Pretti disebut telah dilucuti senjatanya, ditahan, dan ditembak saat dalam kondisi tergeletak di tanah.

"Faktanya mereka menculik orang, anak-anak, tetangga saya, membunuh di jalanan—rasanya seperti diserang, seperti perang dari pemerintah sendiri," ujar salah satu demonstran.

Aksi Terbesar Selama Gelombang Protes ICE

Gelombang protes terhadap keberadaan ICE di Minneapolis telah berlangsung lebih dari satu bulan, namun aksi pada Jumat disebut sebagai yang terbesar dan paling terbuka.

"Saya di sini agar tak ada orang lain yang terbunuh. Minnesota tak ingin ICE lagi," teriak seorang peserta aksi.

Demonstran juga menuding pemerintah federal menyebarkan narasi menyesatkan.

"Ini semua kebohongan. Kita butuh seseorang yang membela Minnesota dan berkata jujur," ucap peserta lain.

Hingga kini, tekanan publik terhadap pemerintah federal terus meningkat, sementara tuntutan untuk menghentikan operasi ICE di wilayah Minnesota semakin menguat.

Penulis :
Aditya Yohan