Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

CDC Laporkan 20 Juta Kasus Flu di AS, Rawat Inap Anak Capai Rekor Tertinggi dalam Satu Dekade

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

CDC Laporkan 20 Juta Kasus Flu di AS, Rawat Inap Anak Capai Rekor Tertinggi dalam Satu Dekade
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Pemberian suntikan vaksin flu. (Xinhua).)

Pantau - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan sedikitnya 20 juta kasus flu tercatat sepanjang musim flu tahun ini, dengan peningkatan signifikan aktivitas influenza dalam pekan terakhir Januari 2026.

Lonjakan Kasus dan Tingkat Rawat Inap Anak Meningkat

Menurut laporan resmi CDC pada Jumat, 30 Januari 2026, aktivitas influenza musiman kembali meningkat dalam pekan yang berakhir pada 24 Januari, setelah sebelumnya menurun selama tiga minggu berturut-turut.

Perkiraan sementara CDC mencatat total 20 juta orang di AS telah terjangkit flu, dengan 270.000 kasus di antaranya membutuhkan perawatan di rumah sakit dan sekitar 11.000 kasus berujung pada kematian.

“Pekan ke-52 menandai puncak mingguan tertinggi kedua untuk jumlah kasus rawat inap terkait influenza sejak musim 2010–2011,” tulis laporan CDC.

Kekhawatiran utama muncul dari data anak-anak di bawah usia 18 tahun, yang mencatatkan tingkat rawat inap mingguan tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Influenza A Masih Dominan, CDC Imbau Vaksinasi Segera

Virus yang paling sering dilaporkan selama musim flu ini adalah Influenza A jenis H3N2, sementara aktivitas Influenza B dilaporkan mulai meningkat secara nasional.

CDC menjelaskan bahwa musim flu di Amerika Serikat biasanya berlangsung selama musim gugur dan musim dingin, dengan puncak infeksi terjadi antara bulan Desember hingga Februari.

Sebagai upaya pencegahan, CDC mengimbau seluruh warga AS berusia 6 bulan ke atas yang belum menerima vaksin flu untuk segera melakukan vaksinasi.

Selama musim flu ini, diperkirakan sekitar 130 juta dosis vaksin influenza telah didistribusikan di seluruh Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf