Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Fadli Zon Dorong Konferensi Sejarah Nasional dan Penyerapan Lulusan Sejarah di Dunia Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Dorong Konferensi Sejarah Nasional dan Penyerapan Lulusan Sejarah di Dunia Kerja
Foto: (Sumber: Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto dan Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera di Gedung D Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan/aa..)

Pantau - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengadakan pertemuan strategis dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto serta Rektor Universitas Nasional (UNAS) Dr. El Amry Bermawi Putera untuk membahas penguatan kerja sama di bidang kesejarahan.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, di Gedung D Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), kawasan Senayan, Jakarta.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah menjajaki sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Universitas Nasional dalam memperkuat sumber daya manusia di bidang sejarah.

Fadli Zon menyatakan bahwa bidang sejarah saat ini menjadi salah satu fokus perhatian Presiden Prabowo Subianto.

"Bidang sejarah ini menjadi salah satu concern atau perhatian dari Pak Presiden. Sebagai contoh, kalau lulusan teknik sering direkrut perusahaan-perusahaan. Seharusnya itu juga bisa dilakukan untuk lulusan sejarah. Kebutuhan sejarah itu harus menjadi salah satu hal yang bisa kita kuatkan kembali," ungkapnya.

Soroti Legasi Sutan Takdir dan Harapan terhadap UNAS

Fadli Zon menekankan pentingnya membuka ruang kerja dan kontribusi yang relevan bagi para lulusan sejarah agar keahlian mereka dapat dimanfaatkan sesuai bidangnya.

Ia juga menyoroti bahwa penguatan aspek kesejarahan harus menjadi prioritas, baik secara akademik maupun praktis, dalam dunia kerja dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli mengapresiasi peran historis Universitas Nasional dalam perkembangan kebudayaan di Indonesia.

"UNAS bagi saya bersejarah, karena salah satu budayawan, seniman, sastrawan yang mendirikan universitas ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana," ia mengungkapkan.

Fadli mendorong penyelenggaraan konferensi sejarah nasional secara rutin untuk melibatkan para akademisi dan pakar, guna memperkuat narasi Indonesia sebagai pusat ilmu, budaya, dan peradaban.

Sementara itu, Brian Yuliarto menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan isu-isu strategis seperti politik dan pelestarian budaya.

"Kami tentu berharap, perguruan tinggi seperti UNAS semakin berkembang dan bersinergi bersama kementerian-kementerian lain. Kita juga bisa melibatkan partisipasi mahasiswa, karena generasi sekarang semakin tertarik kepada politik dan kebudayaan," tuturnya.

Fadli berharap, sinergi lintas institusi ini mampu membawa UNAS menjadi pusat pengembangan ilmu dan budaya sebagaimana warisan pemikiran pendirinya.

"Ke depannya, kita ingin UNAS ini juga semakin berkembang, karena ada legasi dari pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana yang menjadi semacam pusat untuk pemajuan ilmu dan kebudayaan," pungkasnya.

Penulis :
Aditya Yohan