Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dorong SDM Unggul, Kementerian ESDM Gandeng LPDP untuk Beasiswa ke Universitas Top Dunia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dorong SDM Unggul, Kementerian ESDM Gandeng LPDP untuk Beasiswa ke Universitas Top Dunia
Foto: Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra (dua dari kanan) beraudiensi dengan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto di Jakarta, Kamis 5/2/2026 (sumber: Tim Media Tenaga Ahli Menteri ESDM)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong aparatur sipil negara (ASN) serta talenta terbaik di sektor energi untuk melanjutkan studi ke universitas kelas dunia guna memperkuat agenda hilirisasi dan ketahanan energi nasional.

Tenaga Ahli Menteri ESDM, Satya Hangga Yudha Widya Putra, menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci keberhasilan strategi pembangunan sektor energi ke depan.

"Namun, keberhasilan agenda strategis ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM), yang mampu menguasai bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM)," ungkapnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Audiensi dengan LPDP Bahas Pengembangan Talenta ESDM

Pernyataan tersebut disampaikan Hangga saat melakukan audiensi dengan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, di Jakarta pada Kamis (5/2/2026).

Pertemuan itu membahas optimalisasi pengembangan talenta sektor energi melalui skema beasiswa LPDP.

Hangga, yang merupakan alumni LPDP tahun 2015 dan mantan Sekretaris Jenderal Mata Garuda, menekankan pentingnya menjembatani kebutuhan institusi pemerintah dengan jaringan alumni global.

"Kami berupaya menjembatani kerja sama antara universitas top dunia dengan Kementerian ESDM guna membawa pengetahuan yang bermanfaat bagi kemajuan industri nasional," ia mengungkapkan.

Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan bahwa mulai tahun 2026, pihaknya akan memprioritaskan pengembangan SDM berbasis industrialisasi, khususnya untuk studi di bidang STEM.

Prioritaskan STEM dan Universitas Dunia

Sudarto menjelaskan bahwa beasiswa akan diprioritaskan bagi pelamar yang diterima di 17 Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) seperti Harvard, MIT, Stanford, dan Tokyo University.

Ia menyatakan bahwa penguasaan teknologi mutakhir menjadi krusial, khususnya dalam bidang nuklir, kimia organik, dan energi baru terbarukan (EBT).

Tujuan utama kebijakan ini adalah agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.

Sudarto juga membuka peluang kolaborasi dengan Kementerian ESDM melalui skema co-funding bagi ASN yang menargetkan studi di universitas prioritas di negara seperti Prancis, Rusia, dan Jepang.

Ia mengajak BUMN di bawah naungan Kementerian ESDM seperti Pertamina, PLN, dan MIND ID untuk bersinergi dalam penyelenggaraan open call beasiswa bersama LPDP.

Sinergi pendanaan ini diharapkan memperluas jangkauan penerima beasiswa dan mendukung efisiensi produksi industri nasional melalui pembangunan ekosistem pendidikan tinggi.

Dorongan dari BPSDM ESDM untuk Akses Beasiswa Prioritas

Hangga menyebut bahwa Kepala BPSDM Kementerian ESDM telah memberikan arahan untuk memastikan ASN mendapatkan akses informasi dan pendampingan agar dapat menembus program studi prioritas.

Langkah ini sejalan dengan misi LPDP sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan yang berperan penting dalam menjamin keberlanjutan pembangunan intelektual bangsa.

"Dengan orkestrasi yang tepat antara kebijakan kementerian dan pendanaan pendidikan diharapkan lahir generasi pemimpin ESDM yang mampu mewujudkan target hilirisasi dan ketahanan energi nasional," tegas Hangga.

Penulis :
Arian Mesa