Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Puncak Cap Go Meh 2026 di Samarinda Dipindah ke Siang Hari untuk Hormati Umat Muslim yang Berpuasa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Puncak Cap Go Meh 2026 di Samarinda Dipindah ke Siang Hari untuk Hormati Umat Muslim yang Berpuasa
Foto: (Sumber: Seorang Tionghoa bernama A Lie saat bersembahyang di Thien Le Kong Samarinda. ANTARA/Ahmad Rifandi..)

Pantau - Pengurus Kelenteng Thien Ie Kong Samarinda, Kalimantan Timur, memutuskan menyesuaikan jadwal atraksi barongsai pada puncak perayaan Cap Go Meh 2026 menjadi siang hari guna menghormati warga yang menjalankan ibadah pada bulan puasa Ramadhan.

Pengurus Kelenteng Thien Ie Kong, Hansen, mengatakan, "Kita sesama umat beragama saling toleransi, sehingga kegiatan diatur agar tidak mengganggu umat yang menjalankan puasa," di Samarinda, Senin.

Keputusan tersebut diambil karena perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang diperkirakan mulai 18 Februari 2026.

Atraksi barongsai yang biasanya digelar pada malam hari di halaman belakang kelenteng dialihkan hingga menjelang waktu berbuka puasa atau Maghrib.

Pihak pengurus masih berkoordinasi dengan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia FOBI terkait teknis pelaksanaan agar pertunjukan tetap berjalan khidmat.

Kelenteng Thien Ie Kong merupakan kelenteng tertua di Kalimantan Timur yang telah berusia 121 tahun dan terletak di sudut Jalan Yos Sudarso, Samarinda.

Hansen menyampaikan, "Persiapan pembersihan dan pengecatan ulang bangunan sebenarnya telah digenjot pengurus sejak 5 Januari 2026 lalu demi kenyamanan pengunjung,"

Proses pembersihan patung 11 dewa-dewi beserta penggantian baju kebesarannya telah selesai pada 25 Januari 2026.

Dekorasi ruangan dipercantik dengan Pohon Sakura imitasi serta pemasangan sekitar 200 lampion atau tenglong yang digantung rapi.

Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada 17 Februari 2026 dan menandai dimulainya Shio Kuda Api yang melambangkan gerak dinamis dan pembaruan zaman.

Ornamen khusus bershio kuda ditambahkan di aula utama sebagai simbol harapan bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Pengelola memprediksi jumlah kunjungan umat dapat meningkat hingga sekitar 6.000 orang selama periode perayaan dengan pengunjung datang dari Samarinda, Balikpapan, dan daerah sekitarnya.

Jadwal persembahyangan utama dimulai pada 16 Februari pukul 20.00 hingga 24.00 WITA dan berlanjut pada 17 Februari mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai.

Hansen menyampaikan, "Masyarakat umum dipersilakan datang berkunjung untuk melihat suasana budaya maupun berswafoto guna memeriahkan perayaan ini,"

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti