Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Ahli Gizi Sebut Garam Kalium Lebih Baik bagi Tekanan Darah Dibanding Garam Biasa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ahli Gizi Sebut Garam Kalium Lebih Baik bagi Tekanan Darah Dibanding Garam Biasa
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Garam. (Pexels))

Pantau - Sejumput garam dapat membuat hidangan terasa lebih nikmat, namun makanan dengan kadar garam tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi sehingga ahli gizi menyarankan alternatif yang lebih ramah bagi tekanan darah.

"Garam mengandung natrium, yang meningkatkan tekanan darah dengan menyebabkan tubuh menahan cairan," kata ahli gizi Whitney Stuart, M.S., RDN. CDECS.

"Ini meningkatkan volume darah dan memberi tekanan lebih pada dinding pembuluh darah," ia menambahkan.

Garam meja beryodium, garam laut, dan garam Himalaya merah muda sama-sama tinggi natrium sehingga memberikan efek serupa terhadap tekanan darah.

Garam Kalium sebagai Alternatif

Ahli gizi menyarankan mengganti garam tradisional berkadar natrium klorida tinggi dengan garam kalium klorida atau garam kalium yang mengandung kalium sebagai pengganti sebagian atau seluruh natrium.

Penelitian menunjukkan penggantian natrium klorida dengan garam kalium dapat menurunkan tekanan darah hingga 5,6/2,9 mm Hg.

"Kalium dan natrium saling menyeimbangkan untuk keseimbangan cairan, karena natrium adalah ion ekstraseluler utama dan kalium adalah ion intraseluler utama," kata ahli gizi Amy Brownstein, M.S., RDN.

Kalium membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan ekskresi natrium sehingga dapat mendukung kesehatan jantung.

Garam kalium dapat ditaburkan pada makanan sebelum disajikan, digunakan untuk membumbui daging dan sayuran, serta membantu meningkatkan tekstur dan rasa kue.

Stuart merekomendasikan penggunaan garam kalium secara hemat dan idealnya sebagai pengganti sebagian, bukan 100 persen garam biasa.

Garam kalium klorida biasanya dipasarkan dengan label garam rendah natrium, garam kalium, atau garam ringan.

Tidak Cocok untuk Semua Orang

Garam bebas natrium atau dengan lebih dari 50 persen pengganti natrium dapat terasa pahit dan menimbulkan efek kurang diinginkan dalam pembuatan kue.

Mengganti natrium dengan kalium dapat mengurangi risiko hipertensi dan stroke, namun garam kalium bukan alternatif aman untuk semua orang.

Stuart menjelaskan garam kalium mungkin tidak aman bagi penderita penyakit ginjal dan gangguan fungsi ginjal.

Garam kalium juga tidak dianjurkan bagi pengguna obat tekanan darah penghambat ACE, penghambat reseptor angiotensin II ARB, atau diuretik hemat kalium.

Orang dengan masalah kesehatan atau yang mengonsumsi obat disarankan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum beralih ke garam kalium.

"Lebih baik menggunakan rempah-rempah, bumbu, cuka, dan jus lemon serta jeruk nipis untuk memberi rasa pada makanan," kata Brownstein.

Penulis :
Ahmad Yusuf