
Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengajak perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, General Electric, untuk meningkatkan investasi dan produksi peralatan medis di Indonesia saat menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit di Washington, D.C., Rabu 18 Februari 2026 malam waktu setempat.
Ajakan tersebut disampaikan di hadapan para pengusaha Amerika Serikat sebagai peluang kerja sama strategis di tengah kebutuhan tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang masih besar di Indonesia.
Presiden menyampaikan, "Saya rasa juga terdapat peluang bagi Amerika Serikat. Saya rasa General Electric juga membangun peralatan medis di Indonesia dan kami berharap mereka akan meningkatkan produksi mereka,".
Kekurangan 140 Ribu Dokter Jadi Latar Belakang
Dalam forum tersebut, Prabowo mengungkapkan Indonesia saat ini kekurangan sekitar 140 ribu dokter untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun hanya sekitar 10 ribu dokter yang lulus pendidikan sehingga terjadi kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga medis.
Presiden menyatakan, "Itu berarti butuh 14 tahun untuk menutup celah tersebut, kecuali ada upaya baru yang nyata. Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM sains, teknologi, teknik, matematika dan kedokteran,".
Prabowo menambahkan bahwa pendirian sepuluh universitas baru berbasis STEM dan kedokteran membuka peluang penjajakan kerja sama dengan perusahaan multinasional seperti General Electric.
Komitmen Perbaikan Iklim Investasi
Sebelumnya, dalam lawatan kenegaraan ke Inggris, Presiden telah menyusun kerangka kerja sama pendidikan dengan rencana membangun sepuluh kampus baru di bidang kedokteran dan STEM serta program pertukaran dosen dari Inggris.
Dengan bertambahnya kampus kedokteran dan meningkatnya jumlah lulusan dokter, Presiden menilai terdapat peluang kerja sama dalam pengembangan dan produksi peralatan medis di Indonesia.
Prabowo juga menegaskan dukungannya terhadap masuknya investasi baru serta memastikan kendala birokrasi yang sebelumnya dikeluhkan investor telah diselesaikan.
Ia mengatakan, "Kami akan mendukungnya. Sempat ada kendala birokrasi, namun kami menyelesaikannya dengan sangat cepat. Saya juga menerima masukan beberapa jam lalu dari beberapa korporasi yang mengeluhkan lambatnya solusi atas masalah mereka,".
- Penulis :
- Arian Mesa








