Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Sekitar 40 Persen Orang Tak Sadar Kolesterol LDL Tinggi, Ahli Sarankan Jus Delima hingga Teh Hijau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekitar 40 Persen Orang Tak Sadar Kolesterol LDL Tinggi, Ahli Sarankan Jus Delima hingga Teh Hijau
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Jus delima disebut sebagai salah satu minuman terbaik bagi penderita kolesterol tinggi. ANTARA/Ist.)

Pantau - Sekitar 40 persen orang tidak menyadari memiliki kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat yang tinggi sehingga pemeriksaan rutin dan perubahan pola makan menjadi penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

Mengetahui kadar kolesterol dinilai krusial agar seseorang dapat mengatur asupan makanan dan minuman yang lebih sehat demi menjaga kesehatan jantung.

Jus Delima dan Smoothie Kaya Serat

Salah satu cara mudah menurunkan kolesterol adalah dengan mengonsumsi jus delima sebagai minuman pagi.

Ahli Gizi terdaftar Karman Meyer mengatakan, "Jus delima kaya akan polifenol, antioksidan kuat yang membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan oksidatif, yang merupakan langkah kunci dalam pembentukan plak,”.

Studi kecil pada orang dewasa paruh baya dengan berat badan tinggi dan dislipidemia menunjukkan konsumsi sekitar satu cangkir jus delima setiap hari selama dua minggu dapat menurunkan kolesterol LDL.

Pada penderita hipertensi, konsumsi buah delima juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Ahli gizi Ali McGowan menyarankan smoothie berbahan susu oat tanpa pemanis, berry, dan biji chia sebagai pilihan minuman pagi sehat jantung karena kaya serat larut.

Jus Tomat dan Teh Hijau

Ahli gizi Amy Woodman merekomendasikan jus tomat karena kandungan likopen yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL.

Disarankan memilih jus tomat rendah sodium atau tanpa sodium agar tetap aman bagi tekanan darah.

Bagi yang menyukai minuman hangat, teh hijau menjadi pilihan karena kaya antioksidan.

McGowan mengatakan, "Konsumsi teh hijau telah dikaitkan dengan penurunan kolesterol total dan LDL yang moderat dalam studi klinis,”.

Para ahli menekankan kesehatan jantung tidak bergantung pada satu jenis makanan atau minuman, melainkan pada keseluruhan pola makan yang seimbang dan berkelanjutan.

Perubahan kecil namun konsisten dalam kebiasaan makan dinilai dapat mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf