
Pantau - Kota Istanbul di Turki menyimpan kekayaan nilai religi, histori, dan kultur yang berpadu di antara bangunan-bangunan megah peninggalan berbagai kekaisaran dari Romawi hingga Ottoman.
Artikel ini ditulis oleh Arnidhya Nur Zhafira dan dimuat pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 07:04 WIB dengan waktu baca 6 menit.
Istanbul identik dengan Masjid Agung Hagia Sofia yang memiliki sejarah panjang sebagai saksi perubahan peradaban.
Namun Istanbul tidak hanya tentang Hagia Sofia karena posisinya di perbatasan Eropa dan Asia menjadikannya kota dengan beragam lokasi wisata dan lanskap budaya.
Sisi kota tua Istanbul mencerminkan pengaruh berbagai kekaisaran yang pernah berdiri dengan bangunan berarsitektur khas dari berbagai era yang masih berdiri kokoh hingga kini.
Kota ini kerap disebut memiliki nilai nostalgia tinggi dan kesan romantis di tengah kesibukan metropolis modern.
ANTARA bersama AirAsia X dan Badan Pariwisata Turki berkesempatan menjelajahi sejumlah destinasi bersejarah di kota tersebut.
Jejak Religi dan Kekaisaran
Masjid Süleymaniye menjadi salah satu masjid kekaisaran penting era Ottoman yang dibangun atas perintah Sultan Suleiman dan dirancang oleh arsitek Sinan.
Masjid yang berdiri di atas bukit dan mendominasi sisi timur serta barat Istanbul ini pernah menjadi masjid terbesar sebelum Masjid Çamlıca dibangun pada 2019.
Lengkungan bergaris merah dan putih menjadi ciri khas yang memperindah interior Masjid Süleymaniye.
Tak jauh dari Hagia Sofia berdiri Masjid Sultanahmet atau Masjid Biru yang dikenal karena interior ubin turquoise khas Anatolia serta enam menara dan kubah besarnya.
Masjid Sultanahmet dibangun atas perintah Sultan Ahmed I pada abad ke-17 dan bersama Hagia Sofia serta Masjid Süleymaniye masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO tahun 1985 dengan nama Kawasan Bersejarah Istanbul.
Basilika Cistern atau Yerebatan Cistern yang berarti Bawah Tanah dalam bahasa Turki merupakan struktur penyimpanan air bawah tanah yang dibangun pada masa Kaisar Justinian I sekitar tahun 542.
Kolom marmer, pilar berukir, dan lengkungan arsitektur lawas menghiasi ruang bawah tanah tersebut yang juga pernah menjadi latar film dari serial James Bond.
Menara Galata yang dibangun pada 1384 oleh komunitas imigran Italia dari Genoa berdiri setinggi 66,90 meter dan menjadi tujuan populer karena panorama dari lantai observasinya.
Menara ini sempat rusak akibat gempa pada 1500-an sebelum diperbaiki oleh Arsitek Murad bin Hayreddin.
Harmoni Mosaik dan Pasar Tradisional
Museum Mosaik Zeytinburnu yang terletak di bekas rumah sakit militer kini menjadi bagian dari Pusat Seni Kazlıçeşme dan memamerkan mosaik kuno yang ditemukan saat restorasi pada 2015 di kedalaman sekitar 1,5 meter.
Museum ini memadukan mosaik bersejarah dengan kesenian modern di galeri seni terdekat sehingga mencerminkan kesinambungan tradisi dan inovasi.
Spice Bazaar atau Misir Carsisi yang berarti Pasar Mesir menjadi pusat perdagangan rempah-rempah sejak zaman Alexander Agung dan dibangun pada 1660-an oleh arsitek Mustafa Aga atas perintah Sultan Mehmet IV.
Pasar tersebut dipenuhi aroma rempah, kopi, kacang-kacangan, baklava, Turkish delight, serta pernak-pernik berwarna-warni yang memikat wisatawan.
Pengunjung diimbau berhati-hati saat berbelanja dengan menawar harga secara bijak, menjaga barang bawaan, serta melakukan riset harga agar tidak tertipu.
- Penulis :
- Gerry Eka







