Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Kanker Ginjal Disebut Musuh Senyap karena Sering Terdeteksi Saat Sudah Lanjut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kanker Ginjal Disebut Musuh Senyap karena Sering Terdeteksi Saat Sudah Lanjut
Foto: (Sumber : Ilusterasi bahaya kanker ginjal (ddan/AI).)

Pantau - Kanker ginjal sering disebut sebagai musuh senyap karena penyakit ini dapat berkembang dalam waktu lama tanpa menimbulkan gejala yang jelas sehingga kerap baru diketahui ketika sudah memasuki tahap lanjut.

Banyak orang mengira penyakit serius selalu datang dengan tanda yang kuat seperti nyeri hebat atau tubuh yang tiba-tiba melemah.

Namun dalam kenyataannya terdapat penyakit yang berkembang perlahan tanpa keluhan berarti hingga akhirnya baru diketahui setelah kondisinya memburuk.

Kanker ginjal merupakan salah satu penyakit yang sering berkembang secara diam-diam tanpa disadari penderitanya.

Penyakit ini kerap ditemukan secara tidak sengaja ketika seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan seperti USG atau CT scan untuk masalah kesehatan lain.

Pada saat pemeriksaan tersebut dokter terkadang menemukan adanya massa atau tumor di ginjal.

Kondisi itu membuat kanker ginjal menjadi berbahaya bukan semata karena mematikan tetapi karena sering terlambat terdeteksi.

Kabar meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano setelah berjuang melawan kanker ginjal selama beberapa tahun menjadi pengingat bahwa penyakit ini dapat menyerang siapa saja.

Seseorang dapat terlihat sehat, aktif bekerja, dan menjalani kehidupan normal sementara di dalam tubuhnya proses penyakit terus berkembang.

Secara medis kanker ginjal umumnya berasal dari sel-sel kecil pada ginjal yang berfungsi menyaring darah dan membentuk urine.

Jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal atau renal cell carcinoma.

Jenis tersebut merupakan tipe kanker ginjal yang paling banyak dijumpai dalam praktik medis.

Kanker ginjal tidak muncul tanpa sebab karena terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini.

Tiga faktor risiko utama yang paling sering ditemukan adalah kebiasaan merokok, obesitas, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Selain itu penyakit ginjal kronik, dialisis jangka panjang, paparan bahan kimia tertentu, serta faktor keturunan juga dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.

Banyak masyarakat menganggap kanker terutama disebabkan oleh faktor keturunan.

Padahal pada kanker ginjal pengaruh gaya hidup dan gangguan metabolisme memiliki peran besar.

Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker ginjal karena jaringan lemak dalam tubuh menghasilkan berbagai sinyal biologis yang memengaruhi peradangan, hormon, metabolisme insulin, dan stres oksidatif.

Tubuh manusia bekerja sebagai sistem yang saling terhubung sehingga gangguan pada satu bagian dapat memengaruhi fungsi organ lain termasuk ginjal.

Oleh karena itu menjaga gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko kanker ginjal.

Kesadaran untuk memeriksa kesehatan secara rutin juga diperlukan agar penyakit dapat dideteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Penulis :
Aditya Yohan