
Pantau - Ahli kesehatan mengingatkan bahwa mikroplastik kini menjadi ancaman tersembunyi yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai aktivitas sehari-hari di rumah tangga.
Mikroplastik Ditemukan dalam Tubuh Manusia
Laporan menyebutkan partikel mikroplastik telah terdeteksi dalam ASI, jaringan janin, hingga sel kanker.
Ahli gastroenterologi dr. Joseph Salhab mengungkapkan bahwa mikroplastik bahkan ditemukan dalam jumlah tinggi di usus besar manusia.
Ia mengatakan, "Partikel mikroplastik bahkan telah ditemukan di sel-sel kanker, dan usus besar memiliki kadar lebih tinggi dibanding jaringan di sekitarnya."
Hindari Penggunaan Wadah Plastik
Salhab menyarankan untuk mengurangi penggunaan wadah makanan berbahan plastik, terutama untuk menyimpan atau memanaskan makanan panas.
Ia mengungkapkan, "Singkirkan wadah penyimpanan makanan plastik dan gunakan kaca, silikon, atau baja tahan karat serta hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik."
Penggunaan peralatan dapur berbahan plastik seperti talenan, pembungkus makanan, dan alat makan usang juga perlu dibatasi.
Gunakan Air dan Makanan yang Lebih Aman
Masyarakat dianjurkan menggunakan air yang telah disaring atau direbus sebelum dikonsumsi untuk mengurangi paparan mikroplastik.
Air sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau baja tahan karat.
Selain itu, memasak makanan sendiri dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada makanan kemasan yang berpotensi mengandung mikroplastik.
Perhatikan Udara dan Kebiasaan Harian
Penggunaan alat pembersih udara HEPA dan penyedot debu dapat membantu mengurangi partikel mikroplastik di dalam ruangan.
Salhab juga mengingatkan bahwa beberapa kantong teh mengandung plastik yang dapat terlepas saat diseduh air panas.
Ia mengatakan, "Sebaiknya gunakan teh daun lepas atau kantong teh berbahan alami untuk menghindari paparan mikroplastik."
Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu meminimalkan paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







