
Pantau - Malam takbiran di Danau Maninjau, Sumatera Barat, berlangsung khidmat dengan digelarnya Festival rakik-rakik sebagai tradisi turun-temurun masyarakat, meski pelaksanaannya tahun ini dibayangi dampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025.
Warga berkumpul di tepian danau menyaksikan persiapan rakit yang dihiasi miniatur Rumah Gadang dan Rangkiang sebagai simbol kesejahteraan masyarakat Minangkabau.
Sekitar tiga puluh pemuda terlibat dalam pembuatan rakit berbahan drum dan papan kayu sepanjang sekitar 10 meter yang dilengkapi mesin penggerak.
Struktur rakit dihiasi bambu, dedaunan kering, lampu LED, dan obor yang menciptakan cahaya di atas permukaan air.
Seorang pemuda sempat mengingatkan rekannya dengan seruan, "Awas aia angek (air panas)," saat membawa miniatur.
Suasana semakin meriah dengan dentuman meriam bambu serta tabuhan gendang tambua tansa yang berpadu dengan gema takbir.
Festival ini dipersiapkan sejak awal Ramadan melalui gotong royong warga dan menjadi ajang berkumpulnya masyarakat serta perantau.
Pelaksanaan festival tahun ini tidak semeriah biasanya karena masih terlihat dampak banjir bandang seperti jalan rusak dan bangunan yang belum pulih.
Jika sebelumnya diikuti lima jorong, kini hanya dua jorong yang berpartisipasi.
Wali jorong menyampaikan, "Kalau biasa, karena Nagari Maninjau ini ada 5 jorong, tiap jorong satu rakik. Jorong, tahun ini tetap turun, semoga ini setelah bencana menjadi ‘obat’, selain menjaga tradisi."
Meski demikian, warga tetap antusias menyaksikan festival yang dianggap sebagai penguat semangat.
Seorang warga mengatakan, "Kalau tidak ada pula ini, malam takbiran rasanya sepi juga. Rasanya seperti tidak hari raya, semakin terasa kami di tempat bencana."
Perantau turut berkontribusi dalam pendanaan pembuatan rakit yang mencapai sekitar Rp15 juta per unit.
Festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.
Cahaya rakit yang mengapung di danau menjadi simbol harapan bagi masyarakat untuk bangkit dari kondisi pascabencana.
- Penulis :
- Gerry Eka







