Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon Dipadati Musafir di Akhir Ramadhan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon Dipadati Musafir di Akhir Ramadhan
Foto: (Sumber: Tampak gerbang Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (20/3). ANTARA/Farika Nur Khotimah.)

Pantau - Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Kota Cirebon dipadati musafir dan masyarakat pada penghujung Ramadhan, yang datang untuk beribadah sekaligus menikmati wisata religi bernuansa sejarah.

Pengunjung dari berbagai daerah memadati masjid yang berada di kawasan Keraton Kasepuhan tersebut.

Aktivitas jamaah mulai meningkat sejak sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Sebagian pengunjung berdoa dan berzikir di dalam masjid.

Sementara lainnya menunggu waktu berbuka di pelataran masjid.

Seorang pengunjung mengatakan, "Kebetulan lagi di Cirebon, dekat masjid, jadi mampir sekalian shalat. Ini juga malam terakhir Ramadhan, sekalian jalan-jalan dan ibadah."

Ia menambahkan, "Ini kan patilasan para wali. Saya percaya shalat di sini bisa dapat berkah. Itu yang bikin istimewa."

Pengunjung lain memilih menjalani i’tikaf hampir satu bulan penuh di masjid tersebut.

Ia menyampaikan, "Saya di sini i’tikaf satu bulan Ramadhan. Kegiatannya ibadah saja, dari maghrib sampai subuh."

Ia mengaku merasakan ketenangan selama menjalani ibadah.

"Batin jadi lebih tenang, tidak memikirkan hal-hal duniawi. Rasanya luar biasa," ujarnya.

Ia juga mengatakan, "Kalau tidak ada jasa para wali, mungkin Islam di Indonesia tidak sebesar sekarang. Jadi saya datang ke sini untuk menghargai perjuangan mereka."

Menurutnya, akhir Ramadhan menjadi momen paling berkesan.

"Ini malam kemenangan. Belum tentu tahun depan bisa merasakan lagi seperti sekarang," katanya.

Selama i’tikaf, ia mengisi waktu sepenuhnya dengan ibadah.

"Kalau siang berpuasa, malam dari maghrib sampai subuh beribadah. Tidur sebentar setelah subuh," ujarnya.

Ia menambahkan, "Di sini rasanya lebih fokus beribadah, tidak terlalu memikirkan hal lain."

Masjid Agung Sang Cipta Rasa dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Cirebon yang berdiri sejak abad ke-15.

Masjid ini memiliki keterkaitan dengan penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati.

Bangunan masjid mempertahankan arsitektur tradisional dengan gerbang bata merah khas.

Ornamen kaligrafi pada pintu menambah kesan historis dan sakral.

Interior masjid didominasi tiang kayu besar dengan atap limasan khas Jawa.

Lantai menggunakan ubin cokelat dengan garis saf tersusun rapi.

Pencahayaan berasal dari lampu gantung klasik yang menciptakan suasana hangat dan tenang.

Kesederhanaan interior justru memberikan suasana khusyuk bagi jamaah dalam beribadah.

Masjid ini juga memadukan unsur budaya Jawa dan pengaruh Majapahit dalam arsitekturnya.

Pintu masuk yang rendah menjadi simbol kerendahan hati bagi setiap jamaah.

Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang refleksi spiritual bagi pengunjung.

Kehadiran musafir menunjukkan masjid menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus destinasi wisata religi.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa kerap ramai dikunjungi terutama saat Ramadhan dan hari besar keagamaan.

Penulis :
Gerry Eka