
Pantau - Pemerintah Republik Indonesia dan Prancis memperkuat kemitraan strategis di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard di Paris, Kamis (23/4/2026).
Kerja Sama Strategis dan Penandatanganan Perjanjian
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan atau Borobudur Declaration yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kedua negara menegaskan kerja sama terus berkembang pada sektor warisan budaya, museum, industri budaya, dan transformasi digital.
Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani dua perjanjian kerja sama antara École du Louvre dan Indonesia Heritage Agency (IHA), serta antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dan InJourney.
"Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan harus berkembang secara konkret, resiprokal, dan berdampak jangka panjang," kata Fadli.
Penguatan Program Budaya dan Industri Kreatif
Kerja sama mencakup pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan, penguatan Museum Academy, serta pameran budaya Indonesia di Guimet Museum.
Selain itu, kedua negara mendorong riset bersama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO) dan pelindungan warisan budaya dari dampak perubahan iklim melalui kerangka ALIPH.
Di sektor industri budaya, kolaborasi diperluas ke bidang film, musik, seni rupa, dan sastra, termasuk keterlibatan dalam Cannes Film Festival, Critics’ Week, dan Annecy International Animation Film Festival.
Program kerja sama sastra juga mencakup Choix Goncourt Indonésie, Read Indonesia, serta kolaborasi dengan The Centre national du livre melalui program residensi dan festival.
Kedua negara turut menyoroti pentingnya transformasi digital kebudayaan, termasuk digitalisasi aset budaya dan pengembangan co-creation berbasis warisan budaya digital.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf








