
Pantau - Kementerian Pariwisata memperkuat sinkronisasi langkah dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengembangan pariwisata tematik guna meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global melalui Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026.
Forum yang digelar di Jakarta itu menghadirkan sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga untuk menyelaraskan perspektif, memperkuat dukungan, serta mengintegrasikan program kerja dalam pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan kompetitif.
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Riyatno mengatakan realisasi investasi sektor pariwisata terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, realisasi investasi pariwisata mencapai Rp45,23 triliun pada 2023, meningkat menjadi Rp47,08 triliun pada 2024, dan melonjak menjadi Rp72,42 triliun pada 2025.
“Artinya kalau kita bandingkan tahun 2023 dan 2024, ini hampir dua kali lipat. Kemudian tahun 2026 ini menjadi pekerjaan rumah kita bagaimana supaya bisa lebih meningkat. Untuk triwulan pertama 2026 sudah mencapai Rp25,34 triliun. Ini diharapkan tentu bisa lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2025,” kata Riyatno.
BKPM dan Kemenkes Dorong Pariwisata Berbasis Investasi dan Kesehatan
Riyatno menjelaskan BKPM mendukung sektor pariwisata melalui penyederhanaan perizinan usaha dan pemberian berbagai fasilitas insentif bagi pelaku usaha.
Ia juga menyebut BKPM bersama Kementerian Hukum dan Badan Pusat Statistik telah menandatangani surat edaran terkait pemberlakuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI 2025.
Menurutnya, pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap perubahan KBLI selama tidak ada perubahan kegiatan usaha karena pemerintah akan menerapkan tabel konversi secara otomatis.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan dr. Yanti Herman menegaskan penguatan layanan kesehatan unggulan akan berdampak positif terhadap peningkatan daya saing destinasi wisata Indonesia melalui pengembangan wisata kesehatan.
Ia menyebut integrasi wisata kesehatan dapat dilakukan melalui pengembangan rumah sakit di Destinasi Pariwisata Super Prioritas, peningkatan mutu fasilitas kesehatan, dukungan akomodasi dan hospitalitas, hingga penguatan regulasi dan visa.
Dorong Wisata Olahraga dan Pemanfaatan Warisan Budaya
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Suyadi Prawiro mengungkapkan terdapat tujuh segmen utama industri olahraga yang dapat dikembangkan untuk memperkuat wisata olahraga Indonesia.
Salah satu sektor yang dinilai potensial adalah sport participation seperti kegiatan maraton yang melibatkan masyarakat dan wisatawan.
Suyadi juga menyebut Menteri Pemuda dan Olahraga sebelumnya telah mengundang para Menteri Olahraga se-Asia Tenggara di Bali dan menghasilkan kesepakatan pembentukan Asian Marathon Series.
Dari sektor kebudayaan, Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widyatmoko menyoroti pentingnya transformasi pemanfaatan cagar budaya dari dead monument menjadi living heritage yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sadtata Noor Adirahmanta menekankan pentingnya perubahan paradigma konservasi dari pendekatan eksklusif menjadi inklusif dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam ekosistem konservasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





