
Pantau - Penelitian yang dipimpin sosiolog Andrew Chalfoun dari University of California, Los Angeles (UCLA) menunjukkan cara seseorang meminta bantuan dapat memengaruhi peluang permintaannya dikabulkan, meski banyak orang cenderung terlalu optimistis saat mengajukan permintaan.
Penelitian yang dimuat dalam laman Psychology Today mengidentifikasi tiga pendekatan utama saat seseorang meminta bantuan, yaitu pesimistis, sopan rasional, dan optimistis.
Pendekatan pesimistis memberi ruang bagi lawan bicara untuk menolak, sedangkan pendekatan sopan rasional menyesuaikan cara meminta berdasarkan besarnya bantuan dan kedekatan hubungan.
Penelitian Libatkan Percakapan dalam Tujuh Bahasa
Peneliti menganalisis hampir 92 jam percakapan yang mencakup 194 peristiwa permintaan bantuan dalam tujuh bahasa, yakni Arab, Inggris, Italia, Longando, Saek, Siwu, dan Ticuna.
Hasil penelitian menunjukkan permintaan bantuan dalam skala besar hanya dikabulkan sekitar 11 hingga 25 persen.
Meski demikian, sebagian besar orang tetap menggunakan pendekatan optimistis dan jarang memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk menolak secara halus.
Pendekatan Perlu Disesuaikan dengan Situasi
Peneliti menilai pendekatan yang paling efektif bukan selalu optimistis atau pesimistis, melainkan disesuaikan dengan situasi dan hubungan dengan orang yang dimintai bantuan.
Permintaan dalam skala besar kepada orang yang tidak terlalu dekat disarankan disampaikan dengan memberi ruang untuk menolak tanpa merasa sungkan.
Sebaliknya, permintaan yang lebih kecil kepada orang terdekat dapat disampaikan secara lebih langsung.
Peneliti juga menyebut cara menyampaikan permintaan yang tepat tidak hanya meningkatkan peluang memperoleh bantuan, tetapi juga membantu menjaga kualitas hubungan karena tidak membuat lawan bicara merasa tertekan ketika harus menolak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





