
Pantau - Ahli gizi Brenna Larson, M.S., RD mengingatkan wanita perlu menargetkan konsumsi 25 gram serat setiap hari karena berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol, hingga mengurangi risiko kanker kolorektal.
Larson, seperti dikutip dari Eating Well, menyebutkan sumber serat yang baik antara lain biji chia, pir, oat, dan kacang-kacangan.
Peningkatan asupan serat disarankan dilakukan secara bertahap beberapa gram setiap hari untuk mengurangi risiko kembung atau gangguan pencernaan.
Serat Bantu Kendalikan Gula Darah dan Sehatkan Usus
Serat bekerja dengan memperlambat proses pencernaan dan penyerapan makanan sehingga membantu mengurangi lonjakan gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin.
Ahli gizi Sarah Gold Anzlovar, M.S., RDN, LDN mengungkapkan, “Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikrobioma usus dapat memengaruhi segala hal mulai dari kesehatan kulit dan suasana hati hingga peradangan dan kesehatan metabolisme.”
Menurut Anzlovar, manfaat tersebut sangat penting bagi wanita yang lebih rentan mengalami perubahan regulasi gula darah akibat siklus menstruasi, kehamilan, maupun menopause.
Serat larut juga berfungsi sebagai prebiotik yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga keseimbangan mikrobioma.
Turunkan Risiko Penyakit Kronis dan Bantu Jaga Berat Badan
Sejumlah penelitian menunjukkan asupan serat yang lebih tinggi berkaitan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.
Studi observasional jangka panjang menemukan setiap tambahan 10 gram serat per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal hampir 13 persen.
Selain itu, serat larut membantu mengikat kolesterol LDL atau kolesterol jahat di usus sehingga dapat dikeluarkan melalui sistem pencernaan.
Ahli gizi Patricia Kolesa, M.S., RDN merekomendasikan konsumsi oat, apel, dan kacang-kacangan sebagai sumber serat larut untuk membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.
Anzlovar menambahkan, “Dengan memperlambat pencernaan dan menstabilkan gula darah, serat membantu Anda merasa kenyang lebih lama daripada makanan yang tidak mengandung serat, bahkan dengan jumlah kalori yang sama.”
Efek tersebut juga didukung peningkatan respons hormon kenyang GLP-1 sehingga dapat membantu menjaga berat badan dalam jangka panjang.
- Penulis :
- Aditya Yohan



