HOME  ⁄  Lifestyle

Kemenpar Percepat Rehabilitasi Desa Adat Sade Lombok Pascakebakaran, Salurkan Bantuan Rp817,5 Juta untuk Pulihkan Ekonomi War

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpar Percepat Rehabilitasi Desa Adat Sade Lombok Pascakebakaran, Salurkan Bantuan Rp817,5 Juta untuk Pulihkan Ekonomi War
Foto: (Sumber :Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berdialog dengan salah satu pengrajin tenun saat meninjau kembali proses rehabilitasi Desa Adat Sade, Lombok, Minggu (11/10/2026). ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata.)

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan rehabilitasi Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran berjalan dengan mengutamakan keselamatan, pelestarian budaya Sasak, dan pemulihan ekonomi masyarakat setempat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pembangunan kembali kawasan wisata budaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan bangunan, tetapi juga keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat adat.

"Ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa banyak bangunan yang kembali berdiri, melainkan saat masyarakat kembali berdaya, budaya tetap hidup, ekonomi bergerak, dan wisatawan dapat berkunjung dengan aman," kata Widiyanti dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kemenpar juga telah menyalurkan bantuan modal usaha dan peralatan kerja senilai Rp817,5 juta untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin lokal kembali menjalankan aktivitas ekonomi.

Proses rekonstruksi Desa Adat Sade telah dimulai sejak 3 September 2026 melalui pelaksanaan ritual adat Nyemulak atau Tanjak Teken sebagai simbol dimulainya pembangunan kembali kawasan tersebut.

Rehabilitasi Desa Adat Sade Dimulai dengan Pembangunan Fasilitas Utama

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau perkembangan rehabilitasi Desa Adat Sade pada Minggu (11/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Widiyanti melihat proses pembangunan kembali kawasan yang terdampak kebakaran serta berdialog dengan masyarakat setempat.

Pemerintah telah memulai proses rekonstruksi sejak 3 September 2026 bersama sejumlah mitra.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan ritual adat Nyemulak atau Tanjak Teken yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Tahap awal rehabilitasi difokuskan pada fasilitas yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya warga.

Pembangunan tersebut mencakup masjid, sekenam atau ruang berkumpul masyarakat, serta museum semipermanen.

Selain itu, pemerintah memprioritaskan penyediaan fasilitas kamar mandi dan toilet yang layak.

Pemulihan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat selama proses pembangunan kawasan berlangsung.

Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan dalam Rekonstruksi

Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa rehabilitasi Desa Adat Sade harus tetap mempertahankan karakteristik budaya dan arsitektur tradisional masyarakat Sasak.

Pembangunan kembali rumah adat akan memperhatikan bentuk bangunan yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Tata ruang tradisional dan pola kehidupan masyarakat juga menjadi bagian yang harus dijaga selama proses rekonstruksi.

Widiyanti menekankan pentingnya menjaga keaslian Desa Adat Sade sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Lombok.

Pelestarian tersebut dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas fasilitas dan keselamatan kawasan.

Kemenpar menginginkan Desa Adat Sade kembali menjadi lingkungan yang aman dan nyaman tanpa kehilangan identitas budayanya.

Sistem Proteksi Kebakaran dan Jalur Evakuasi Jadi Prioritas

Selain mempertahankan arsitektur tradisional, pemerintah menyiapkan langkah peningkatan keselamatan untuk mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang.

Kementerian Pariwisata mendorong penerapan sistem perlindungan kebakaran dalam proses pembangunan kembali kawasan.

Fasilitas keselamatan yang direncanakan mencakup penyediaan jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses.

Ketersediaan pasokan air dan alat pemadam kebakaran juga menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur kawasan.

Pemerintah turut memperhatikan perbaikan sanitasi serta pembangunan fasilitas pendukung penanganan keadaan darurat.

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Penerapan sistem keselamatan tetap harus memperhatikan karakteristik bangunan dan tata ruang tradisional Desa Adat Sade.

Dengan demikian, peningkatan perlindungan terhadap warga dan wisatawan dapat berjalan tanpa menghilangkan keaslian kawasan adat.

Kemenpar Salurkan Rp817,5 Juta untuk UMKM dan Pengrajin Tenun

Pemulihan Desa Adat Sade juga dilakukan melalui dukungan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak kebakaran.

Kementerian Pariwisata telah menyalurkan bantuan modal usaha dan peralatan kerja dengan nilai keseluruhan mencapai Rp817,5 juta.

Bantuan tersebut mencakup 15 unit alat tenun gedogan untuk mendukung aktivitas pengrajin tradisional.

Selain itu, sebanyak 69 pelaku UMKM memperoleh bantuan modal kerja agar dapat kembali menjalankan usahanya.

Kemenpar juga menyediakan 70 paket bahan baku tenun bagi masyarakat yang bergerak dalam produksi kain tradisional.

Sebanyak 43 paket peralatan kerajinan non-tenun turut disalurkan untuk mendukung pelaku usaha kreatif lainnya.

Bantuan tersebut diarahkan agar masyarakat dapat kembali memproduksi dan memasarkan hasil kerajinan tanpa harus menunggu seluruh pembangunan fisik selesai.

Dukungan ekonomi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan keterampilan tradisional masyarakat Sasak yang diwariskan secara turun-temurun.

Kerajinan tenun menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya Desa Adat Sade.

Pelaku Wisata Lokal Akan Dibekali Pelatihan dan Pemasaran Digital

Kementerian Pariwisata menyiapkan sejumlah program pelatihan untuk mendukung pemulihan jangka panjang Desa Adat Sade.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan pariwisata dan usaha kreatif berbasis budaya.

Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah peningkatan kompetensi pemandu wisata lokal.

Masyarakat juga akan mendapatkan pembekalan mengenai standar keselamatan dan pelayanan wisata.

Di bidang usaha kreatif, pemerintah menyiapkan pembaruan katalog produk kerajinan serta penguatan identitas merek atau branding.

Pelaku usaha juga akan didorong memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Melalui program tersebut, pengrajin dan pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memasarkan produk kepada wisatawan maupun konsumen di luar daerah.

Desa Adat Sade Disiapkan Kembali Menjadi Destinasi Wisata Budaya

Kementerian Pariwisata tengah mempersiapkan peluncuran kembali Desa Adat Sade sebagai destinasi wisata budaya.

Persiapan tersebut mencakup kesiapan masyarakat, fasilitas pendukung, serta penerapan standar keselamatan bagi pengunjung.

Pemerintah ingin memastikan wisatawan dapat kembali mengunjungi kawasan tersebut dengan aman dan nyaman.

Widiyanti juga menegaskan bahwa masyarakat adat Sade harus menjadi pelaku utama dalam seluruh tahapan pemulihan.

Keterlibatan warga diperlukan agar proses rehabilitasi tetap menghormati nilai adat, mempertahankan kearifan lokal, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, pemulihan Desa Adat Sade diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026