
Pantau - Sejumlah ahli gizi mengungkapkan bahwa telur, kacang-kacangan, cokelat hitam, sup kemasan, dan roti bagel yang kerap dianggap kurang sehat ternyata memiliki kandungan nutrisi penting dan dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Kelima makanan tersebut sering mendapat penilaian negatif karena kandungan kolesterol, lemak, natrium, kalori, atau karbohidrat olahan.
Namun, berdasarkan penjelasan para ahli gizi yang dikutip dari EatingWell, Rabu (28/10/2026), kandungan gizi dan cara penyajian perlu diperhatikan sebelum menentukan apakah suatu makanan baik untuk dikonsumsi.
Telur Mengandung Protein dan Nutrisi untuk Kesehatan Otak
Telur menjadi salah satu makanan yang sering dihindari karena kandungan kolesterolnya.
Padahal, penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dari makanan memiliki pengaruh lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan konsumsi lemak jenuh.
Ahli gizi terdaftar Jessica Villalvir menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang juga mengandung kolin.
Kolin merupakan nutrisi yang dikaitkan dengan kesehatan otak dan mendukung berbagai fungsi tubuh.
Selain protein dan kolin, telur mengandung vitamin B serta karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin.
Kedua karotenoid tersebut memiliki sifat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Kacang-kacangan Kaya Lemak Sehat dan Serat
Kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang tanah kerap dianggap kurang sehat karena memiliki kandungan kalori tinggi.
Namun, Jessica Villalvir menjelaskan bahwa makanan tersebut juga menyediakan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Kacang-kacangan mengandung lemak tidak jenuh, serat, vitamin E, protein nabati, dan antioksidan.
Konsumsi kacang-kacangan secara rutin juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Selain itu, sebagian lemak dalam kacang-kacangan terperangkap dalam struktur serat sehingga tidak seluruh kalorinya dapat diserap tubuh.
Meski demikian, jumlah konsumsi tetap perlu diperhatikan karena kacang-kacangan merupakan makanan padat energi.
Cokelat Hitam Mengandung Senyawa Antioksidan
Cokelat sering dianggap sebagai makanan kurang sehat karena mengandung gula, lemak jenuh, dan kalori.
Ahli gizi Kelly Burgess menjelaskan bahwa kakao sebagai bahan dasar cokelat juga mengandung sejumlah senyawa yang bermanfaat.
Senyawa tersebut meliputi flavanol, teobromin, dan berbagai fitonutrien yang memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi.
Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan cokelat hitam dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehat dengan porsi yang sesuai.
Ahli gizi Samantha DeVito menyarankan cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70 persen sebagai salah satu pilihan kudapan.
Cokelat tersebut dapat dikombinasikan dengan buah beri dan kacang-kacangan untuk menambah variasi nutrisi.
Sup Kemasan Bisa Menjadi Pilihan Makanan Bergizi
Sup dalam kemasan sering mendapat penilaian negatif karena sebagian produknya mengandung natrium dalam jumlah tinggi.
Namun, makanan tersebut juga dapat menjadi pilihan praktis dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Samantha DeVito menyarankan pemilihan sup kemasan yang mengandung banyak sayuran.
Kandungan gizinya dapat ditingkatkan dengan menambahkan kacang-kacangan, lentil, sayuran beku, atau sisa daging ayam.
Penambahan bahan tersebut dapat membantu meningkatkan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral.
Konsumen juga dapat memperhatikan informasi kandungan natrium pada label kemasan ketika memilih produk.
Roti Bagel Bisa Dipadukan dengan Telur dan Alpukat
Roti bagel merupakan roti berbentuk cincin yang umumnya dibuat menggunakan tepung terigu.
Makanan ini sering dianggap kurang bergizi karena banyak produk bagel dibuat dari tepung olahan.
Namun, menurut Samantha DeVito, bagel tetap dapat menjadi sumber energi dari karbohidrat apabila dikombinasikan dengan bahan makanan bergizi lainnya.
Ia menyarankan penyajian bagel bersama telur, alpukat, tomat, salmon, atau selai kacang.
Kombinasi tersebut dapat membantu melengkapi asupan protein, lemak sehat, dan nutrisi lain dalam satu sajian.
Penjelasan para ahli gizi tersebut menunjukkan bahwa kandungan nutrisi, porsi, serta kombinasi bahan makanan merupakan faktor penting dalam menyusun pola makan yang sehat dan seimbang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




