HOME  ⁄  Lifestyle

Ahli Ungkap Kebiasaan Tidur Tidak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi, Ini Durasi Tidur yang Dianjurkan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ahli Ungkap Kebiasaan Tidur Tidak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi, Ini Durasi Tidur yang Dianjurkan
Foto: (Sumber :Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah anggota satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (18/8/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman).)

Pantau - Kebiasaan tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi pengaturan tekanan darah dan dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, sehingga para ahli kesehatan menganjurkan masyarakat menjaga jadwal tidur yang konsisten dengan durasi tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung yang dapat dikendalikan melalui penerapan gaya hidup sehat, termasuk menjaga kualitas dan keteraturan tidur.

Dilansir dari EatingWell pada Senin (2/11/2026), sejumlah ahli menjelaskan bahwa waktu tidur dan bangun yang berubah-ubah dapat mengganggu ritme alami tubuh yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.

Ahli gizi Brannon Blount menyampaikan bahwa tekanan darah manusia mengikuti pola harian alami, yakni cenderung meningkat setelah bangun tidur dan menurun ketika seseorang sedang tidur.

Pola tersebut berkaitan dengan ritme sirkadian, yaitu sistem biologis tubuh yang mengatur siklus tidur, bangun, dan berbagai fungsi fisiologis sepanjang hari.

Jadwal Tidur Tidak Teratur Dapat Mengganggu Tekanan Darah

Michelle Routhenstein, pemilik layanan konseling nutrisi dan kesehatan Entirely Nourished, menjelaskan bahwa perubahan waktu tidur yang tidak menentu dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi berbagai proses biologis yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.

Menurutnya, tidur yang cukup dan teratur dapat membantu tubuh mempertahankan pola fisiologis yang lebih stabil.

"Tidur yang cukup dan konsisten mendukung ritme sirkadian alami tubuh, meskipun tidur saja tidak dapat menjamin terjadinya pola penurunan tekanan darah yang sehat," kata Routhenstein.

Ia menekankan bahwa menjaga keteraturan waktu tidur merupakan salah satu langkah yang dapat mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari dapat membantu mempertahankan kestabilan ritme sirkadian tubuh.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung mekanisme alami tubuh dalam mengatur tekanan darah sepanjang hari.

Ahli Anjurkan Tidur Tujuh hingga Sembilan Jam Setiap Malam

Para ahli menyarankan orang dewasa mengupayakan durasi tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Durasi tersebut dinilai penting untuk memberikan kesempatan bagi tubuh melakukan pemulihan, termasuk pada sistem kardiovaskular.

Dietisien Veronica Rouse menyampaikan bahwa sejumlah penelitian menemukan hubungan antara perubahan waktu tidur dari hari ke hari dan peningkatan risiko hipertensi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa keteraturan jadwal tidur kemungkinan memiliki peran yang sama pentingnya dengan jumlah jam tidur.

"Tidur yang cukup memberikan waktu bagi sistem kardiovaskular untuk memulihkan diri dan berkaitan dengan pengaturan tekanan darah yang lebih sehat," katanya.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak hanya memperhatikan lamanya tidur, tetapi juga membangun kebiasaan tidur yang konsisten.

Menjaga jadwal tidur secara teratur dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang.

Pola Makan Sehat Juga Membantu Menjaga Tekanan Darah

Selain memperbaiki kebiasaan tidur, para ahli menekankan pentingnya menerapkan pola makan sehat untuk membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran normal.

Brannon Blount menyarankan konsumsi makanan yang mengandung berbagai zat gizi penting, terutama buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

Makanan yang kaya kalium juga dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung pengaturan tekanan darah.

Beberapa sumber kalium yang disebutkan antara lain pisang, kentang, dan alpukat.

Penerapan pola makan seimbang perlu dilakukan secara konsisten bersama kebiasaan hidup sehat lainnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan hipertensi yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas Fisik Rutin dan Pemeriksaan Tekanan Darah Dianjurkan

Aktivitas fisik secara teratur juga berperan penting dalam membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan sistem kardiovaskular.

Routhenstein menyarankan masyarakat melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap pekan.

Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah berjalan cepat secara rutin.

Menurut Blount, kebiasaan bergerak secara teratur dapat membantu menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah.

Selain olahraga, masyarakat juga dianjurkan memantau tekanan darah secara berkala, termasuk melalui pengukuran mandiri di rumah.

Pemantauan tersebut dapat membantu mengetahui perubahan tekanan darah sekaligus mendeteksi peningkatannya lebih awal.

Dengan menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengonsumsi makanan bergizi, rutin bergerak, dan memeriksa tekanan darah, masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko hipertensi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026