Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Rindu Nasi Goreng Megawati, Istana Rancang Pertemuan Politik Hangat

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

Presiden Prabowo Rindu Nasi Goreng Megawati, Istana Rancang Pertemuan Politik Hangat
Foto: Pertemuan politik, isu regulasi media, dan pesan perdamaian dunia mewarnai pemberitaan nasional pada 9 Mei 2025.(Sumber: ANTARA/X/@bang_dasco/am.)

Pantau - Berbagai peristiwa politik menjadi sorotan pada Jumat (9/5/2025), mulai dari rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri hingga respons pemerintah atas terpilihnya Paus baru.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Istana tengah merencanakan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan ini merupakan respons terhadap pidato Megawati yang menyebut Prabowo ingin dibuatkan nasi goreng oleh dirinya.

"Betul," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, mengamini pernyataan Megawati.

Ia juga membantah anggapan bahwa Presiden Prabowo menghindari bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Di tengah kesibukan beliau berdua, waktunya saja belum ketemu. Kedua, saya rasa Bapak Presiden (ke-7) Jokowi juga pada posisi kalau pun ingin bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo pasti konteksnya dalam rangka silaturahim,” ujar Prasetyo.

Media Penyiaran Terancam Mati Perlahan, Satgas Anti-Ormas Resahkan Publik

Di sisi lain, Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini memperingatkan bahwa media penyiaran konvensional bisa mati perlahan jika UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran tidak segera direvisi.

Menurutnya, undang-undang tersebut tidak lagi relevan dengan ekosistem digital saat ini yang tidak bergantung pada frekuensi publik atau sistem perizinan konvensional.

"Kompetisi tidak sehat antara media sosial yang personal dan media penyiaran yang harus taat regulasi dan etik," kata Amelia di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menyampaikan bahwa Satgas Terpadu Penanganan Premanisme dan Ormas siap menindak tegas organisasi yang mengganggu masyarakat dan dunia usaha.

"Negara harus dirasakan nyata oleh masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman, menjamin kebebasan beraktivitas, dan menjaga iklim usaha yang sehat dan kompetitif," ujar Budi dalam keterangannya.

Paus Baru dari Amerika, Istana Ucapkan Selamat

Pemerintah Indonesia juga memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus Leo XIV, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat.

Prevost menjadi Paus pertama dari Amerika Serikat dan terpilih melalui konklaf di Kapel Sistina, Vatikan, pada Kamis (8/5/2025).

" Saya mewakili Presiden, mewakili pemerintah (Indonesia), tentunya kita mengucapkan selamat atas terpilihnya Paus Leo XIV untuk menggantikan Paus Fransiskus yang wafat beberapa waktu lalu," kata Prasetyo.

Paus Leo XIV membawa pesan perdamaian dunia dalam awal masa kepemimpinannya.

Penulis :
Balian Godfrey