
Pantau - Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI, masyarakat di berbagai daerah mulai menggelar perayaan sejak sebulan sebelumnya, seperti di Kampung Wonocolo, Surabaya, yang mengadakan beragam lomba tradisional.
Perayaan Merambah Kampung Digital
Tahun ini, perayaan tidak hanya berlangsung di kampung nyata, tetapi juga di kampung digital melalui berbagai platform media sosial, dengan unggahan lomba dan kreasi digital yang memeriahkan suasana.
Perayaan di dunia digital memungkinkan munculnya bentuk kreativitas baru yang sepenuhnya berbasis digital, seiring perubahan besar di era teknologi informasi.
Era digital menghadirkan aspek fisik berupa fasilitas dan sarana, serta aspek non-fisik berupa konten dan informasi, yang keduanya mengalami pergeseran makna.
Tantangan Framing dan Pergeseran Kebenaran
Salah satu makna negatif di era ini adalah framing, yaitu pembelokan makna melalui rekayasa persepsi dengan narasi, foto, video, gerak, dan suara.
Tokoh pers Dahlan Iskan menilai, "Kebenaran yang dahulu berbasis fakta kini bergeser ke framing yang sifatnya spekulatif atau perseptif."
Ia menambahkan bahwa di masa lalu, informasi lebih terjamin akurasinya karena didasarkan pada fakta, sedangkan kini informasi bisa benar, bisa salah, atau bercampur hoaks, framing, dan deepfake.
Perayaan HUT RI di platform digital kini menjadi dominan dan berpotensi memunculkan makna yang berbeda dari sebelumnya, meski sebagian tetap akurat.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








