Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Kemenko Pangan Dorong Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Labuan Bajo Capai 1.000 Orang per SPPG

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenko Pangan Dorong Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Labuan Bajo Capai 1.000 Orang per SPPG
Foto: Suasana pemantauan SPPG Gorontalo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (sumber: Humas Kemenko Pangan)

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mendorong peningkatan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencapai 1.000 orang di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kemenko Pangan Fokus pada Percepatan dan Penyesuaian Target

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menyampaikan bahwa saat ini jumlah penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut masih di bawah target nasional.

"Di Manggarai Barat ini banyak yang masuk kategori terpencil dimana penerima manfaatnya di bawah 1.000", ungkapnya dalam kunjungan kerja ke SPPG Gorontalo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono dan Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng.

Nani menegaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mempercepat pencapaian target penerima manfaat.

"Kami sedang ingin koordinasi dengan pak wakil bupati bagaimana untuk mempercepat ini, supaya target yang diarahkan oleh bapak Menko dan bapak Presiden itu pada Maret harus, tahun depan harus tercapai", ia mengungkapkan.

Tantangan Pasokan dan Upaya Pemberdayaan Lokal

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah pasokan pangan untuk program MBG yang masih didatangkan dari luar daerah.

"Mengenai pasokan pangannya itu tadi kami dengar masih dari luar, nah ini bagaimana untuk mempercepat juga penyiapan bahan pangannya dari lokal", ujar Nani.

Meski demikian, pelaksanaan SPPG Gorontalo dinilai telah berjalan sesuai petunjuk teknis program.

"Karena sudah mengikuti juknis yang ada, hanya mungkin ada sedikit yang nanti perlu disempurnakan, tapi secara umum itu sudah dilaksanakan dengan baik, baru dua bulan tapi itu sudah bisa semua aspek tadi di-cover", tuturnya.

Dalam aspek gizi, Kemenko Pangan juga mendorong agar ikan menjadi salah satu komponen utama dalam menu makanan MBG.

" Kami nanti akan dorong penggunaan ikan yang memang proteinnya tinggi, tapi kan agak sensitif karena harus cepat penanganannya dan harus benar, itu harus disambungkan nanti dengan Koperasi Desa Merah Putih yang memang salah satu fungsinya untuk penyimpanan makanan, jadi akan ada cold storage di dalamnya, tapi ini secara bertahap", jelas Nani.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah untuk menyukseskan program MBG di seluruh wilayah Manggarai Barat.

Di Labuan Bajo sendiri saat ini terdapat empat unit SPPG yang aktif.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar pasokan pangan seperti buah-buahan masih berasal dari luar daerah, namun kebutuhan ayam sudah mulai dipenuhi oleh peternak lokal.

" Kami sudah minta masyarakat untuk wajib menanam, tanam dan tanam dan pelihara ayam serta pelihara ayam petelur, lalu kami sudah punya peternak telur yang pelihara sudah pelihara 1.000 ekor ayam petelur dan dia sudah akan tambah menjadi 10.000 ekor supaya nanti kebutuhan telur paling tidak, tidak harus semuanya dari luar, tapi paling dari sini", ungkapnya.

Penulis :
Leon Weldrick
Editor :
Tria Dianti