
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut telah mencapai 86 orang hingga Jumat malam, 28 November 2025.
Selain itu, 88 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.
Rincian Korban dan Wilayah Terdampak
Peristiwa bencana yang terjadi sejak Kamis sore, 27 November, melanda beberapa kecamatan secara bersamaan dan menyebabkan kerusakan parah serta jatuhnya korban jiwa.
Berikut rincian korban meninggal dunia berdasarkan lokasi:
- Kecamatan Malalak: 10 orang tewas akibat banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur.
- Kecamatan Tanjung Raya: 2 orang meninggal dunia karena longsor di Ariki, Nagari Dalko.
- Kecamatan Matur: 1 orang tewas karena longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak.
- Kecamatan Palembayan: 74 orang meninggal akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah jorong, termasuk Koto Alam, Sumbarang, Kampuang Tangah, dan Kampung Tangah Timur.
Korban Hilang dan Upaya Pencarian
BPBD juga merinci data korban yang masih dalam pencarian:
- 7 orang hilang di Malalak Timur.
- 1 orang terseret arus Sungai Batang Antokan di Kampung Tangah, Lubuk Basung.
- 2 orang belum ditemukan di Ariki, Tanjung Raya.
- 78 orang hilang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Lantamal, PMI, dan relawan lokal terus melakukan pencarian dan evakuasi, terutama di wilayah yang akses jalannya masih terputus akibat material longsoran dan genangan lumpur.
Kesaksian Warga dan Proses Pemakaman
Seorang warga Salareh Aia bernama Eki mengisahkan detik-detik banjir bandang terjadi.
Ia menyebut suara gemuruh datang tiba-tiba, disusul aliran air yang menghancurkan rumah-rumah warga.
Beruntung, Eki dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
Jenazah korban yang telah ditemukan segera dimakamkan di pemakaman keluarga masing-masing dengan pendampingan petugas.
BPBD berharap seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera ditemukan dalam kondisi apapun sebagai bagian dari penyelesaian tanggap darurat.
Peristiwa ini disebut sebagai salah satu bencana alam paling mematikan yang menimpa wilayah Agam sepanjang tahun 2025.
- Penulis :
- Aditya Yohan







