Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Prajurit Kodam I/BB Bangun Jembatan Darurat untuk Warga Terisolasi Akibat Banjir di Batang Toru

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Prajurit Kodam I/BB Bangun Jembatan Darurat untuk Warga Terisolasi Akibat Banjir di Batang Toru
Foto: (Sumber: Warga melintasi jembatan sementara di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Pendam I/Bukit Barisan)

Pantau - Prajurit Kodam I/Bukit Barisan membangun jembatan darurat di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, untuk membantu warga yang terisolasi akibat banjir.

“Upaya itu dilakukan setelah akses utama warga putus total akibat tingginya debit air sungai yang meluap dan merusak jalur penghubung,” ungkap perwakilan Kodam I/BB dalam keterangannya.

Pembangunan jembatan dilakukan bersama tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan setempat, dengan memanfaatkan batang-batang kayu yang hanyut terbawa arus banjir.

“Kemudian kayu-kayu tersebut disusun menjadi satu untuk dapat dilintasi khususnya oleh pejalan kaki,” ujarnya.

Solusi Cepat Pulihkan Akses dan Distribusi Bantuan

Jembatan darurat ini menjadi solusi cepat untuk memulihkan akses warga dari Batang Toru ke Kota Sibolga maupun sebaliknya, meskipun tidak memiliki struktur penopang permanen.

“Pembuatan jalur penyeberangan sementara ini turut mempercepat mobilitas bantuan logistik serta memudahkan evakuasi warga di titik yang masih terdampak,” tambahnya.

Pembangunan ini ditujukan untuk memastikan warga tidak lagi terisolasi dan bantuan bisa menjangkau wilayah terdampak secara langsung.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah sampai kondisi kembali normal,” jelas Satgas Penanggulangan Bencana Kodam I/BB.

Selain membangun jembatan, Satgas juga mengevakuasi jenazah seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia akibat banjir di Desa Aek Nadol, Kecamatan Batang Toru, pada Sabtu, 29 November.

“Jenazah korban ditemukan tersangkut di tumpukan potongan kayu yang hanyut terbawa arus banjir,” ungkap petugas.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) mencatat 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak bencana alam.

“Pusdalops Sumut catat 453 jiwa mengungsi akibat banjir di Asahan,” terang laporan resmi.

BNPB pun meminta agar operasi SAR di wilayah Sumut dilakukan selama 24 jam untuk menjamin keselamatan warga yang masih terdampak.

Penulis :
Gerry Eka