Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPJN Sumbar Pastikan Jembatan Kembar Padang Panjang Aman dan Berfungsi Penuh Saat Lebaran 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPJN Sumbar Pastikan Jembatan Kembar Padang Panjang Aman dan Berfungsi Penuh Saat Lebaran 2026
Foto: (Sumber : Pekerja menyelesaikan pekerjaan di kawasan Jembatan Kembar di perbatasan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar/pri..)

Pantau - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat memastikan Jembatan Kembar di perbatasan Kota Padang Panjang tidak mengalami penurunan kondisi pascabencana akhir 2025 dan akan difungsikan penuh pada H-10 hingga H+10 Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi mengatakan saat ini baru satu jembatan yang difungsikan sementara pekerjaan pada sisi lainnya telah rampung.

Ia mengatakan, "Saat ini hanya difungsikan satu jembatan, namun pekerjaan di bagian kanan bornya sudah selesai, jadi nanti di H-10 sampai H+10 akan difungsikan dua-duanya".

Elsa memastikan seluruh peralatan proyek segera dipindahkan agar arus mudik dan arus balik Lebaran dapat melintas tanpa hambatan.

Ia menjelaskan secara umum pengamanan difokuskan pada sisi-sisi jembatan dari potensi gerusan sungai sementara struktur utama jembatan tetap dalam kondisi baik.

Ia mengatakan, "Untuk lalu lintas, bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Kemudian untuk truk seperti pengangkut bahan bakar minyak nantinya mengikuti Surat Keputusan Gubernur".

Berdasarkan pengecekan BPJN, struktur jembatan mampu dilalui kendaraan sesuai ketentuan jalan nasional dengan batas Muatan Sumbu Terberat maksimal 10 ton.

Elsa juga menyinggung kemantapan badan jalan di kawasan Lembah Anai yang saat ini masih dalam tahap penguatan pascabencana.

Ia menyampaikan seluruh titik jalan telah diperbaiki dan tahap berikutnya adalah menutup lubang yang masih tersisa di badan jalan.

BPJN menargetkan pada Juli 2026 tidak ada lagi jalan berlubang di kawasan tersebut.

Untuk mengantisipasi longsor di wilayah perbukitan Lembah Anai, BPJN akan menyiagakan alat berat agar dapat segera digunakan jika terjadi bencana.

Penulis :
Aditya Yohan