
Pantau - Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 97 titik Sekolah Rakyat tahap II selesai pada Juni 2026 meski progres di lapangan masih bervariasi dan sebagian besar belum mencapai target.
Progres Pembangunan Masih Rendah
Ia menegaskan percepatan dilakukan agar fasilitas pendidikan dapat digunakan pada tahun ajaran baru sesuai target pemerintah.
"Ini sudah masuk fase krusial, jadi harus kita kejar bersama-sama agar bisa selesai tepat waktu," ungkapnya.
Data per 14 April 2026 menunjukkan hanya sekitar 20 persen titik pembangunan yang mencapai progres 30 persen hingga 40 persen.
"Per 14 April itu hanya sekitar 20 persen (titik pembangunan) yang progresnya sudah sekitar 30–40 persen, yang lainnya masih banyak di bawah itu," ia mengungkapkan.
Sekitar empat titik pembangunan tercatat masih berada di angka nol persen.
Sebanyak 70 titik lainnya bahkan masih berada di bawah kisaran progres 20 persen hingga 30 persen.
Kondisi tersebut mendorong Kementerian PU untuk mempercepat pekerjaan lapangan melalui konsolidasi harian dan penguatan pengawasan.
Percepatan Didorong Lintas Unit dan Teknologi
Dukungan percepatan akan melibatkan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Cipta Karya, dan Bina Marga.
"Ini menjadi PR bersama PU. Jadi nanti saya akan pakai teman-teman dari Cipta Karya, teman-teman dari Bina Marga untuk juga support sehingga pekerjaan ini bisa benar-benar selesai di Juni 2026," ujarnya.
Percepatan juga dilakukan dengan opsi penambahan tenaga kerja serta pemanfaatan teknologi konstruksi.
Pemantauan progres dilakukan secara intensif terutama pada titik yang masih berada di bawah 20 persen.
"Saya akan mengupayakan 97 ini selesai semua di Juni. Mungkin teman-teman bisa percaya, bisa nggak percaya, tapi ya itu, saya harus kerja keras. Sehari mungkin saya bisa kerja 24 jam," ia menegaskan.
Sebelumnya pada 26 Maret 2026, Kementerian PU menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di 104 lokasi terus dipercepat di 32 provinsi dan 102 kabupaten atau kota.
Program ini ditargetkan menampung 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar.
Pembangunan dilakukan secara permanen di lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan pemerintah daerah.
Setiap lokasi dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas lengkap seperti ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama bagi siswa dan guru.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.
Menteri PU juga mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus mengejar penyelesaian proyek agar rampung sesuai jadwal.
- Penulis :
- Leon Weldrick








