
Pantau - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan rumah modular menjadi solusi hunian yang cepat dibangun dan tetap terjangkau untuk kebutuhan pascabencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Penyiapan Lahan dan Prasarana Sarana Umum PKP, Indra Gunawan, di Tangerang, Banten, pada Jumat.
Indra menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pelaku industri diperlukan agar konsep rumah modular dapat diterapkan secara optimal tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Ia mengungkapkan, "Kami bersama BNPB menyambut baik konsep ini untuk mendukung target 5.000 unit rumah pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Harapannya, harga bisa ditekan sekitar Rp100 juta per unit, namun tetap dengan kualitas yang sesuai kondisi Indonesia."
Target pembangunan tersebut mencakup 5.000 unit rumah bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rumah modular merupakan sistem pembangunan berbasis prefabrikasi, di mana komponen seperti dinding, jendela, dan atap diproduksi di pabrik sebelum dirakit di lokasi.
Metode ini memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Pembangunan rumah modular dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hari, tidak termasuk pekerjaan fondasi.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menilai konsep rumah modular dapat menjadi solusi atas kebutuhan hunian masyarakat yang terus berkembang.
Ia menyebut konsep tersebut relevan untuk penanganan pascabencana dan berpotensi diterapkan secara luas di berbagai daerah, termasuk Kota Tangerang.
Maryono menyampaikan, "Untuk konsep rumah pascabencana, saya rasa ini sudah cukup baik sekali. Mudah-mudahan bisa diterapkan di Indonesia, khususnya di Kota Tangerang."
Pemerintah Kota Tangerang membuka peluang penerapan rumah modular dalam program perumahan daerah.
Potensi Pengembangan Nasional
Rumah modular juga dinilai berpotensi digunakan dalam program bedah rumah pemerintah kota jika sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Maryono mengatakan, "Kita melihat rumah contoh di sebelah kita, mungkin bisa diterapkan pada program bedah rumah pemkot, bila memang anggarannya memungkinkan."
Sebelumnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menyiapkan 100 unit rumah modular untuk korban bencana di Sumatera Utara.
Pemerintah pusat juga membuka peluang pemanfaatan rumah modular dalam program pembangunan tiga juta rumah secara nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya








