
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi prioritas pemerintah, termasuk di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto.
Prioritas Nasional dan Target Pembangunan
Saifullah Yusuf menyatakan program Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 murid dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Ia mengungkapkan bahwa secara nasional pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 100 lokasi.
Ia menambahkan bahwa di wilayah Nusa Tenggara Barat, pembangunan baru berjalan di dua daerah, yaitu Bima dan Lombok Utara.
"Target pemerintah adalah setiap kabupaten/kota memiliki satu Sekolah Rakyat dalam kurun waktu lima tahun," ungkapnya.
Syarat Lahan dan Tantangan di Daerah
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dipersilakan melengkapi seluruh syarat administrasi, termasuk penyediaan lahan pembangunan.
"Lahan yang disiapkan harus melalui proses verifikasi dan validasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan lahan tidak hanya soal tersedia, tetapi harus memenuhi syarat clear and clean agar bisa diproses lebih lanjut.
Ia menambahkan bahwa jika seluruh persyaratan terpenuhi, maka proses berikutnya adalah pembicaraan teknis terkait pembangunan sekolah.
Saifullah Yusuf mengapresiasi semangat kepala daerah di NTB, termasuk Bupati Lombok Tengah, yang aktif berkoordinasi dengan Kementerian Sosial.
Ia menekankan bahwa koordinasi dengan kementerian terkait sangat penting untuk memenuhi seluruh persyaratan pembangunan.
Ia menyebutkan bahwa setiap daerah memiliki kendala yang berbeda dalam proses pembangunan, mulai dari kondisi lahan seperti kemiringan tanah hingga kelengkapan administrasi.
Ia menegaskan bahwa seluruh faktor tersebut menjadi bahan penilaian sebelum anggaran pembangunan Sekolah Rakyat dapat dikucurkan.
- Penulis :
- Arian Mesa








