
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelontorkan anggaran Rp1,3 miliar untuk membangun fasilitas pendidikan darurat di Sumatera Barat akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.
Pembangunan tersebut mencakup tujuh sekolah dengan total 26 ruang kelas darurat yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan, "Alhamdulillah, kita sudah membangun tujuh sekolah dengan total 26 ruang kelas darurat dengan biaya pembangunannya Rp1,3 miliar untuk Sumbar."
Relokasi Sekolah Rusak dan Rencana Bangunan Permanen
Pemerintah memastikan seluruh ruang kelas darurat tersebut nantinya akan dibangun menjadi bangunan permanen guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan siswa serta guru.
Sekolah yang mengalami kerusakan berat atau tidak layak digunakan akan direlokasi ke lokasi baru yang lebih aman dari potensi bencana.
Salah satu contoh ruang kelas darurat yang telah dibangun berada di SD Negeri 05 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Terkait kondisi sekolah tersebut, Abdul Mu'ti menyatakan, "Termasuk SD Negeri 05 Batang Anai ini yang juga mengalami kerusakan berat, sehingga memang harus dipindahkan ke lokasi baru."
Progres Pembangunan dan Kegiatan Belajar Mengajar
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus pada 2026 untuk pembangunan dan relokasi satuan pendidikan terdampak bencana di Sumatera Barat.
Alokasi tersebut mencakup pembangunan 82 PAUD, 161 SD, 25 SMP, 25 SMA, serta masing-masing empat SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Untuk tahap pertama, progres pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen dengan anggaran sebesar Rp167,53 miliar.
Abdul Mu'ti menegaskan, "Total semuanya ada 301 satuan pendidikan yang dibangun dengan dana swakelola. Artinya yang membangun itu masing-masing sekolah."
Selain itu, terdapat pembangunan tambahan melalui kerja sama dengan TNI dengan total anggaran Rp38,69 miliar.
Rincian kerja sama tersebut meliputi pembangunan dua PAUD, delapan SD, 10 SMP, dan satu SMA yang mengalami kerusakan berat.
Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar di Sumatera Barat telah kembali berjalan normal.
Abdul Mu'ti menyampaikan, "Jadi Alhamdulillah di Sumatera Barat ini kegiatan belajar mengajar seluruhnya sudah berjalan sebagaimana mestinya."
SD Negeri 05 Batang Anai juga telah dilengkapi dengan fasilitas Interactive Flat Panel untuk mendukung proses pembelajaran digital.
Fasilitas tersebut diharapkan membantu siswa dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD yang dijadwalkan pada Senin, 20 April.
Dalam kunjungannya, Menteri juga berdialog langsung dengan para siswa dan memberikan motivasi.
Ia berpesan agar para peserta didik tetap optimistis dalam menatap masa depan meskipun masih belajar di ruang kelas darurat.
- Penulis :
- Leon Weldrick








