Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Bandang Padang Panjang 2025 Datang dari Arah Tak Terduga, Puluhan Warga Masih Hilang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Banjir Bandang Padang Panjang 2025 Datang dari Arah Tak Terduga, Puluhan Warga Masih Hilang
Foto: (Sumber: Kondisi sungai dan jalan nasional yang putus akibat disapu banjir bandang di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Fandi Yogari)

Pantau - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra, mengungkapkan bahwa banjir bandang yang terjadi pada Pantau - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra, mengungkapkan bahwa banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 memiliki karakteristik berbeda dari kejadian serupa pada 12 Mei 2024.

Menurut Sonny, pada peristiwa Mei 2024, aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan masyarakat sudah mewaspadai jalur tersebut.

“Kejadian Mei 2024 aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan ini sebenarnya yang diwaspadai masyarakat,” ujarnya.

Namun, pada kejadian tahun ini, banjir bandang justru datang dari arah yang tidak terduga, yakni dari Sungai Aia Putiah yang berhulu di Pegunungan Bukik Tuih.

Arus deras dari Sungai Aia Putiah menghantam kawasan jembatan kembar dan menyapu permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai.

Sonny menyebut, ini merupakan kali pertama kawasan jembatan kembar dilanda banjir bandang dan tanah longsor.

“Kita tidak menyangka ternyata banjir bandang itu datangnya dari sebelah kiri,” ujarnya menambahkan.

Fokus Evakuasi dan Pencarian Korban Hilang

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini tengah menyelidiki penyebab banjir bandang dan longsor tersebut.

Meski begitu, fokus utama pemerintah saat ini adalah pada pencarian korban, evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas, serta perawatan medis bagi korban selamat.

Sekretaris Kelurahan Silaiang Bawah Kota Padang Panjang, Nurmiati Amin, menyampaikan bahwa sebanyak 40 orang sempat dilaporkan hilang pada awal kejadian.

“Dari 40 itu baru 12 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia hingga pukul 23.00 WIB. Artinya masih ada 28 orang yang harus dicari,” ungkap Nurmiati.

Di posko pengungsian tercatat ada 101 warga Kota Padang Panjang yang masih mengungsi.

Selain itu, terdapat 17 warga dari Kabupaten Tanah Datar yang juga ikut mengungsi karena terdampak peristiwa ini.

Pemerintah daerah telah menyiagakan dokter dan tenaga medis di posko untuk memberikan pengobatan serta memastikan penanganan cepat bagi para penyintas.27 November 2025 memiliki karakteristik berbeda dari kejadian serupa pada 12 Mei 2024.

Menurut Sonny, pada peristiwa Mei 2024, aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan masyarakat sudah mewaspadai jalur tersebut.

“Kejadian Mei 2024 aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan ini sebenarnya yang diwaspadai masyarakat,” ujarnya.

Namun, pada kejadian tahun ini, banjir bandang justru datang dari arah yang tidak terduga, yakni dari Sungai Aia Putiah yang berhulu di Pegunungan Bukik Tuih.

Arus deras dari Sungai Aia Putiah menghantam kawasan jembatan kembar dan menyapu permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai.

Sonny menyebut, ini merupakan kali pertama kawasan jembatan kembar dilanda banjir bandang dan tanah longsor.

“Kita tidak menyangka ternyata banjir bandang itu datangnya dari sebelah kiri,” ujarnya menambahkan.

Fokus Evakuasi dan Pencarian Korban Hilang

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini tengah menyelidiki penyebab banjir bandang dan longsor tersebut.

Meski begitu, fokus utama pemerintah saat ini adalah pada pencarian korban, evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas, serta perawatan medis bagi korban selamat.

Sekretaris Kelurahan Silaiang Bawah Kota Padang Panjang, Nurmiati Amin, menyampaikan bahwa sebanyak 40 orang sempat dilaporkan hilang pada awal kejadian.

“Dari 40 itu baru 12 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia hingga pukul 23.00 WIB. Artinya masih ada 28 orang yang harus dicari,” ungkap Nurmiati.

Di posko pengungsian tercatat ada 101 warga Kota Padang Panjang yang masih mengungsi.

Selain itu, terdapat 17 warga dari Kabupaten Tanah Datar yang juga ikut mengungsi karena terdampak peristiwa ini.

Pemerintah daerah telah menyiagakan dokter dan tenaga medis di posko untuk memberikan pengobatan serta memastikan penanganan cepat bagi para penyintas.

Penulis :
Gerry Eka