Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Badan Geologi Peringatkan Potensi Pelebaran Sinkhole Situjuah dan Kemunculan Titik Baru

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Badan Geologi Peringatkan Potensi Pelebaran Sinkhole Situjuah dan Kemunculan Titik Baru
Foto: (Sumber: Tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalukan kaji cepat fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Antara/Fandi Yogari.)

Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperingatkan potensi pelebaran sinkhole Situjuah yang terletak di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, serta kemungkinan munculnya sinkhole baru di wilayah sekitar.

Jarak Aman Sementara dan Potensi Pelebaran

Ahli geologi teknik Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, menyatakan bahwa sinkhole Situjuah masih berpotensi melebar terutama ke arah Tenggara hingga Barat Laut.

"Jarak aman sementara dari tepi sinkhole ke arah Barat Daya-Timur Laut sejauh 17 meter, sementara ke arah Tenggara-Barat Laut diperkirakan mencapai 30 meter," ungkapnya saat dihubungi dari Kota Padang.

Ia menegaskan bahwa jarak aman tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui berdasarkan hasil kajian lanjutan.

Hasil kaji cepat Badan Geologi juga menunjukkan adanya kemungkinan kemunculan sinkhole baru di wilayah sekitarnya.

Kemunculan tersebut diperkirakan tidak terjadi secara massal, namun bersifat setempat dan mengikuti jalur sungai bawah tanah.

Wilayah Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka di sisi barat daya sinkhole dinilai lebih rentan dibandingkan sisi timur laut.

Upaya Mitigasi dan Edukasi Masyarakat

Badan Geologi mendorong dilakukannya inventarisasi rinci jalur rawan sinkhole dengan pendekatan geofisika seperti metode geolistrik dan georadar.

Kajian juga dilakukan melalui pendekatan hidrogeologi dan geologi teknik untuk memahami struktur bawah permukaan tanah secara menyeluruh.

Pemerintah bersama kepolisian setempat telah memasang garis polisi di sekitar sinkhole untuk menjaga keselamatan warga.

Namun, masih ditemukan masyarakat yang nekat mendekati area berbahaya demi berfoto atau melihat langsung fenomena alam tersebut.

"Pendekatan edukatif terus dilakukan agar masyarakat memahami risikonya dan tidak mengabaikan larangan keselamatan," tegas Taufiq.

Kajian detail oleh Badan Geologi berlangsung sejak 2 hingga 11 Februari 2026 dengan melibatkan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.

Penulis :
Gerry Eka