
Pantau - Pasukan Amerika Serikat bersiap sepenuhnya meninggalkan pangkalan Al-Shaddadi di Provinsi Al-Hasakah, Suriah timur laut, dalam waktu 24 jam ke depan.
Menurut laporan saluran televisi Syria TV yang mengutip sumber terpercaya, koalisi internasional pimpinan AS juga telah memulai proses penarikan pasukan dari pangkalan Khrab al-Jir di wilayah timur laut provinsi yang sama.
Penarikan Pasukan AS dan Koalisi dari Al-Hasakah
Pangkalan Khrab al-Jir sebelumnya berfungsi sebagai titik utama keluar-masuk peralatan militer, truk pengangkut gandum, dan tangki bahan bakar pasukan AS di Suriah.
Khrab al-Jir awalnya merupakan bandara pertanian yang kemudian diubah menjadi pangkalan udara militer oleh Amerika Serikat sejak 2016.
Pada Minggu, 1 Februari, surat kabar Al-Watan melaporkan bahwa peralatan militer dan logistik dari Khrab al-Jir telah dipindahkan ke wilayah Irak oleh pasukan koalisi.
Langkah ini menandai penurunan signifikan kehadiran militer AS di Suriah, menyusul serangkaian ketegangan dan dinamika politik serta militer yang berubah di wilayah tersebut.
Ketegangan SDF dan Pemerintah Suriah Terus Berlanjut
Pada akhir Januari, media Suriah memberitakan bahwa otoritas Damaskus dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin oleh kelompok Kurdi mencapai kesepahaman untuk pengerahan pasukan keamanan internal di kota-kota besar Provinsi Al-Hasakah dan Raqqa.
Sebagai bagian dari kesepakatan, SDF menyatakan bahwa mereka telah menyetujui gencatan senjata menyeluruh dengan pemerintah Suriah serta menarik tentara dari garis kontak sebagai langkah awal integrasi militer dan administratif.
Namun, bentrokan kembali pecah antara pasukan Kurdi dan militer Suriah di wilayah Ashrafiyeh dan Sheikh Maqsoud, Aleppo, tidak lama setelah kesepakatan gencatan senjata tersebut diumumkan.
Pihak Kurdi menuduh bahwa tentara Suriah telah mengepung lingkungan mereka dan bersiap melancarkan serangan dengan tank, sedangkan pemerintah Damaskus menuduh SDF menembaki koridor evakuasi.
Pada 18 Januari, Presiden Suriah Ahmed Sharaa dan pemimpin SDF Mazloum Abdi menandatangani gencatan senjata baru setelah berminggu-minggu pertempuran sengit di Aleppo dan wilayah utara lainnya.
Militer Suriah kemudian mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada 24 Januari selama 15 hari setelah masa gencatan sebelumnya hanya berlangsung empat hari.
Meskipun demikian, komando SDF kembali menuding militer Suriah merencanakan ofensif besar terhadap Kobani dengan dukungan artileri dan drone dari Turki.
Sementara itu, sejak 7 Oktober 2023, Amerika Serikat diketahui telah menghabiskan lebih dari 22 miliar dolar AS atau sekitar Rp356,7 triliun untuk mendukung operasi militernya di kawasan, termasuk di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
- Penulis :
- Shila Glorya









