
Pantau - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendorong perluasan swasembada pangan nasional tidak hanya pada beras dan jagung, tetapi juga bawang putih dan kedelai, saat menjawab pertanyaan awak media di sela Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Berita yang diterbitkan ANTARA pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 01.47 WIB ini menyebut Titiek menegaskan komitmennya untuk memperluas capaian swasembada pangan demi mengurangi ketergantungan impor dan memastikan kebutuhan masyarakat dipenuhi dari hasil pertanian nasional.
Titiek secara langsung menyampaikan, "Saya mendorong untuk swasembada bawang putih sama kedelai," ungkapnya menegaskan fokus pada dua komoditas yang tingkat impornya masih tinggi.
Ia berharap Indonesia ke depan mampu mencapai swasembada gula, garam, kedelai, bawang putih, serta berbagai jenis bawang yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar negeri.
Menurut Titiek, penguatan produksi pangan dalam negeri merupakan langkah penting untuk mengurangi impor sekaligus menjamin pemerataan pasokan bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Titiek menekankan upaya pengurangan impor kedelai harus dimulai dari peningkatan penanaman di dalam negeri agar kebutuhan bahan baku pangan seperti tempe dapat dipenuhi oleh petani Indonesia.
Ia menegaskan, "Jika pernah gagal, jangan gagal terus berhenti, harus diulang lagi. Kita banyak akademisi dari universitas yang bisa menemukan. Enggak perlu kita bibit impor, yang lokal aja, karena sesuai dengan iklim Indonesia," ujarnya terkait budi daya kedelai.
Titiek menyebut banyak akademisi dari berbagai universitas telah menemukan bibit kedelai unggul lokal yang sesuai dengan kondisi iklim Indonesia sehingga ketergantungan pada bibit impor tidak selalu diperlukan.
Menurutnya, penelitian memiliki peran penting untuk menjawab tantangan perbedaan karakteristik tanah di berbagai daerah agar produksi kedelai nasional dapat meningkat bertahap dan berkelanjutan.
Terkait target waktu, Titiek berharap swasembada komoditas selain beras dapat tercapai secepat mungkin dengan menyoroti bawang putih dan kedelai sebagai prioritas karena impor masih tinggi.
Ia kembali menekankan, "Terutama bawang putih ya, impornya banyaki, yang menikmati impor-impor tuh kemarin udah kebanyakan. Jadi, udah sekarang kita bener-bener kerja untuk rakyat," tegasnya mengenai arah kebijakan pangan.
Dalam konteks nasional, Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2025 yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2025, dengan seluruh kebutuhan beras dipasok dari produksi dalam negeri tanpa impor.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti








