Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang Hari Ini

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang Hari Ini
Foto: (Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara berpotensi hujan lebat, petir dan angin kencang. ANTARA/Karel A Polakitan (Ho).)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota besar di Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada Minggu, 8 Februari 2026.

Kondisi cuaca ini berlaku di berbagai wilayah, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua.

Prakirawan BMKG Wahyu Anisa menyampaikan peringatan ini melalui sistem peringatan dini cuaca yang dirilis secara nasional.

Pemetaan Cuaca di Seluruh Wilayah Indonesia

Di wilayah Sumatra, kota-kota seperti Medan, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bengkulu diprakirakan hujan ringan hingga sedang.

Sementara itu, Pekanbaru, Jambi, dan Bandar Lampung berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat.

Aceh dan Padang diperkirakan berawan.

Untuk wilayah Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, sedangkan Surabaya berpotensi hujan lebat.

Di Kalimantan, Palangkaraya dan Tanjung Selor mengalami hujan ringan, Samarinda dan Banjarmasin hujan lebat disertai kilat, dan Pontianak berawan tebal.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga terdampak, dengan Bali dan Kupang mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara Mataram berawan.

Di Sulawesi, hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun di Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate.

Mamuju berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat, sementara Palu dilaporkan berkabut.

Wilayah timur Indonesia seperti Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke juga diprakirakan hujan ringan hingga sedang.

Imbauan dan Tren Perubahan Iklim

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan bahwa laporan World Meteorological Organization mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah.

Anomali suhu global telah melampaui ambang batas 1,5°C dibandingkan periode praindustri.

Ia menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi.

Data BMKG selama periode 2010–2025 menunjukkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, dan sejumlah daerah di Sumatra.

Penulis :
Gerry Eka