Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Langkah Sunyi Akhmad Munir: Dari Rock n' Roll ke Jenderal Wartawan, Biografi yang Menggugah Nurani Pers

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Langkah Sunyi Akhmad Munir: Dari Rock n' Roll ke Jenderal Wartawan, Biografi yang Menggugah Nurani Pers
Foto: (Sumber: Buku berjudul LANGKAH SUNYI MENUJU PUNCAK: Biografi Akhmad Munir, Dari Rock n’ Roll ke Jenderal Wartawan. ANTARA/Abdul Hakim.)

Pantau - Perjalanan hidup Akhmad Munir, dari pelosok Sumenep hingga memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, diangkat dalam buku biografi berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak: Biografi Akhmad Munir, Dari Rock n’ Roll ke Jenderal Wartawan.

Buku setebal 266 halaman ini ditulis oleh wartawan ANTARA, Abdul Hakim, dan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional 2026.

Penulis menyatakan bahwa buku ini tidak hanya menyusun riwayat jabatan, tetapi mencoba menangkap nilai-nilai yang membentuk integritas seorang jurnalis.

“Saya tidak ingin berhenti pada daftar posisi dan peristiwa. Saya ingin menangkap esensi terdalam yang membentuk integritas beliau Akhmad Munir,” ungkap Abdul Hakim dalam pernyataannya.

Dari Musik Keras ke Dunia Jurnalistik

Buku ini mengungkap masa muda Munir yang akrab dengan musik rock n’ roll, simbol kebebasan, keberanian, dan semangat menabrak batas.

Dari musik, Munir belajar ekspresi, keberanian tampil, dan keteguhan memegang prinsip, yang kelak menjadi modal saat menapaki dunia jurnalistik.

Dunia tulis-menulis menjadi saluran baru bagi idealisme masa mudanya, hingga ia menemukan jurnalisme sebagai ruang pengabdian nurani.

Rumah sederhana di pelosok Madura menjadi tempat Munir belajar daya tahan, syukur, dan kekuatan hati.

Bagi Munir, berita bukan sekadar produk informasi, tetapi tanggung jawab moral terhadap publik.

Kepemimpinan dan Integritas dalam Dunia Pers

Dalam perjalanan kariernya, Munir dipercaya memimpin Perum LKBN ANTARA periode 2023–2025, dan kini menjabat sebagai Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030.

Ia memaknai kepemimpinan sebagai amanah untuk menjaga nilai, kepercayaan, dan marwah pers.

“Kemenangan memimpin PWI adalah kemenangan gagasan persatuan dan upaya menyembuhkan luka organisasi,” tulis Abdul Hakim dalam biografinya.

Munir sendiri menilai bahwa teladan integritas lebih penting daripada posisi struktural.

Dalam pengantarnya, Munir menyampaikan bahwa semua dimulai dari kesederhanaan di rumah berdinding rapuh, yang menjadi fondasi menghadapi ujian kehidupan dan profesi.

Buku ini diharapkan menjadi penyemangat bagi generasi muda dan insan pers di seluruh Indonesia.

Pesan utamanya adalah bahwa siapa pun dapat menapaki jalan panjang menuju puncak, asal disertai kejujuran, integritas, dan doa orang tua.

Penulis :
Gerry Eka