
Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Indonesia membidik negara-negara Asia Tenggara sebagai tujuan utama ekspor beras pada tahun 2026 setelah berhasil mencapai swasembada beras.
Berita ini dimuat pada kanal Humaniora ANTARA News, Minggu, 8 Februari 2026, pukul 02.17 WIB, dengan Ahmad Rizal Ramdhani sebagai tokoh utama dalam rencana ekspor beras nasional tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ahmad Rizal Ramdhani saat Talkshow Panen Fest 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Bulog mendapat penugasan untuk mengekspor sekitar satu juta ton beras pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk pangan nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan regional.
"Nah, 1 juta ton beras itu diekspor ke mana saja. Yang pertama targetnya adalah negara-negara tetangga kita Asia Tenggara yaitu Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini. Insya Allah terwujud ekspor beras," ungkapnya.
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan negara-negara Asia Tenggara dipilih karena memiliki kedekatan geografis dengan Indonesia serta kebutuhan beras yang dapat dipenuhi melalui kerja sama perdagangan.
Selain Malaysia dan Timor Leste, Papua Nugini juga menjadi salah satu negara tujuan ekspor beras Indonesia pada 2026.
Untuk merealisasikan target tersebut, Bulog telah melakukan koordinasi dengan atase perdagangan di negara-negara tujuan.
"Upaya tersebut juga dibantu oleh atase-atase militer agar ekspor beras dapat terwujud," katanya.
Selain ekspor ke Asia Tenggara, Bulog juga menerima penugasan baru terkait penyediaan beras bagi jamaah haji Indonesia tahun 2026.
Penugasan ini bertujuan memastikan kebutuhan konsumsi beras jamaah haji dipenuhi dari produk beras lokal, mengingat mayoritas jamaah haji Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok.
Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa Bulog telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Kementerian Perdagangan.
Dalam penugasan tersebut, Bulog ditargetkan mengekspor sebanyak 4.000 ton beras untuk kebutuhan jamaah haji 2026.
"Syukur alhamdulillah besok Senin 9 Februari kami akan melakukan rapat koordinasi terbatas mudah-mudahan diputuskan dan dalam waktu dekat sekitar Maret sudah kami kirim ke Arab Saudi," ujarnya.
Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan optimisme seluruh target ekspor dapat direalisasikan sesuai rencana melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan berbagai pihak terkait.
- Penulis :
- Gerry Eka








