Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pabrik Pakan Ayam Terintegrasi Senilai Rp259 Miliar Siap Dibangun di Gorontalo Utara Mulai Maret 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pabrik Pakan Ayam Terintegrasi Senilai Rp259 Miliar Siap Dibangun di Gorontalo Utara Mulai Maret 2026
Foto: (Sumber: Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Hendra Wibawa dalam kunjungannya di Gorontalo Utara pada program hilirisasi industri ternak ayam. ANTARA/HO-Lifka Ismail.)

Pantau - Pembangunan pabrik pakan ayam terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, akan segera direalisasikan dan ditargetkan mulai dibangun pada Maret 2026 sebagai bagian dari program hilirisasi industri ayam dan pengelolaan jagung.

Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Daerah

Pabrik ini bertujuan mendukung program hilirisasi industri ternak ayam terintegrasi sekaligus mengelola hasil produksi jagung lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Hendra Wibawa, selaku mitra usaha pembangunan pabrik, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek ini dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp259 miliar.

Pembangunan tahap awal akan dimulai di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, yang juga menjadi lokasi pelaksanaan ground breaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi.

Pabrik diperkirakan akan dibangun dalam waktu satu hingga satu setengah tahun, dan akan memaksimalkan tenaga kerja serta kemitraan dengan pelaku usaha lokal.

"Pada prinsipnya kami mendukung arahan Presiden dan Menteri Pertanian, tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat di sekitar ekosistem yang dibangun," ujar Hendra.

Bangun Ekosistem Perunggasan Terintegrasi

Gorontalo sendiri dikenal memiliki potensi besar sebagai penghasil jagung, dengan target produksi mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2026, sehingga memerlukan dukungan industri hilir yang mampu menyerap hasil pertanian tersebut.

"Pabrik pakan ayam ini menjadi bagian penting dari hilirisasi ayam terintegrasi, karena membangun ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit ayam, pakan, pengelolaan pascapanen, hingga rumah potong hewan unggas," ungkap Hendra.

Program hilirisasi ini juga mencakup pengembangan final stock ayam pullet, sehingga seluruh proses produksi unggas berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Keberadaan pabrik diharapkan memperkuat pemanfaatan jagung lokal sebagai bahan baku utama, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi peternak, UMKM, dan koperasi di Gorontalo Utara.

"Hasil dari industri hilirisasi ini akan dimanfaatkan oleh peternak lokal, UMKM dan koperasi sehingga sektor perunggasan di daerah dapat tumbuh secara berkelanjutan," kata Hendra.

Danantara Indonesia akan menurunkan tim penilai untuk meninjau kelayakan lokasi serta prospek pengembangan lanjutan, yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan BUMN pangan, pemerintah daerah, dan mitra usaha nasional maupun lokal.

Program ini diharapkan menjadi langkah pemerataan sektor perunggasan nasional, agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan berkembang juga di luar Jawa untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti