
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menghadirkan Stasiun KA Jatake sebagai simpul layanan baru di Kabupaten Tangerang, Banten, mulai dioperasikan pada 28 Januari 2026.
Peningkatan Layanan untuk Mendukung Mobilitas Masyarakat
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan, "Masukan masyarakat di wilayah barat telah kami petakan secara menyeluruh. KAI meresponsnya melalui peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur agar operasional berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan wilayah barat Jawa seperti Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Pandeglang mengalami akselerasi aktivitas ekonomi yang dipengaruhi sektor perdagangan, pertanian, dan mobilitas tenaga kerja menuju Jabodetabek.
Kebutuhan transportasi publik yang andal, terjadwal, dan terintegrasi semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi tersebut.
Sejak beroperasi 28 Januari hingga 5 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out, menunjukkan tingginya permintaan akses transportasi rel yang lebih dekat dengan permukiman dan pusat ekonomi baru.
Peran Commuter Line dan Layanan Khusus untuk Ekonomi Lokal
Mobilitas masyarakat juga tercermin dari kinerja Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung yang sepanjang 2025 melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dari 69.999.362 pengguna pada 2024 dan 62.085.471 pengguna pada 2023.
Dalam satu dekade terakhir, kereta api perkotaan semakin menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta.
Penguatan layanan didukung pengembangan infrastruktur jalur barat melalui elektrifikasi lintas Tanah Abang-Rangkasbitung sepanjang 72,8 kilometer yang dilakukan bertahap sejak 2017 hingga 2018.
Frekuensi perjalanan Commuter Line Tangerang Line meningkat hingga 122 perjalanan per hari pada 2025.
KAI juga mengoperasikan kereta khusus petani dan pedagang lintas Merak-Rangkasbitung sejak 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000 per perjalanan.
Hingga 31 Januari 2026, layanan kereta khusus ini telah dimanfaatkan 8.650 pelanggan, dengan Stasiun Cikeusal tercatat sebagai stasiun naik-turun tertinggi, mendukung distribusi hasil produksi dan kelancaran aktivitas ekonomi lokal.
Koordinasi dengan Pemerintah dan Rencana Pengembangan Layanan
Seluruh pengembangan layanan dan penguatan infrastruktur dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mulai dari perencanaan, penyesuaian sarana, pengujian teknis, hingga operasional, untuk memastikan layanan berjalan sesuai standar nasional.
Ke depan, KAI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam mengembangkan layanan perkeretaapian perkotaan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarlayanan.
Anne Purba menambahkan, "Langkah ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi ekonomi, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa kereta api di wilayah barat Jawa," ungkapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







