
Pantau - Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mendapatkan bantuan sehingga tidak merasa menghadapi situasi sulit sendirian.
Kunjungan Menko Polkam ke Posko Pengungsian
Ia menyampaikan kepada para penyintas banjir di salah satu posko pengungsian di Kota Padang bahwa "Saya yakinkan bahwa semua keluarga di sini tidak sendirian. Kami ada bersama-sama dengan bapak dan ibu", ungkapnya.
Djamari Chaniago, yang lahir di Kota Padang pada 8 April 1949, mengingatkan masyarakat agar tidak merasa sendiri karena situasi sulit tersebut juga dirasakan oleh masyarakat lain di tingkat pusat maupun daerah lain.
Ia menegaskan bahwa Presiden telah datang beberapa hari sebelumnya untuk menemui langsung para pengungsi banjir dan tanah longsor di tiga provinsi terdampak.
Kehadiran Presiden bertujuan memastikan tidak ada warga yang tertinggal atau tidak mendapatkan layanan dalam penanganan bencana.
Djamari kembali menenangkan masyarakat dengan menyampaikan "Jangan khawatir apa yang menjadi kesulitan akan kita hadapi itu. Kita berdoa semoga persoalan ini cepat selesai", ia mengungkapkan.
Bantuan dan Penguatan untuk Penyintas
Camat Pauh Masfetrin menjelaskan bahwa kunjungan Menko Polkam tidak hanya membawa bantuan logistik dan uang tunai, tetapi juga memberikan motivasi dan penguatan bagi para penyintas banjir.
Di lokasi pengungsian, Menko Polkam yang merupakan lulusan Akabri 1971 kecabangan infanteri itu berdialog serta menghibur anak-anak penyintas banjir.
Kehadirannya memberi semangat baru bagi para korban untuk kembali optimistis keluar dari kondisi sulit.
Masfetrin menambahkan bahwa "Tadi Pak Menko Polkam menyerahkan uang dan sembako", ungkapnya.
Djamari Chaniago menyerahkan bantuan senilai Rp309 juta dan 318 paket sembako berisi berbagai kebutuhan dasar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama berada di pengungsian banjir.
- Penulis :
- Aditya Yohan








